140 Ribu Rumah di Jabar Belum Teraliri Listrik, Dedi Mulyadi Malu

Gubernur Jabar Terpilih Dedi Mulyadi mengaku malu karena sebanyak 140 ribu rumah di Jabar belum teraliri listrik.

140 Ribu Rumah di Jabar Belum Teraliri Listrik, Dedi Mulyadi Malu
Dedi Mulyadi mengatakan, angka 140 ribu rumah di Jabar belum teraliri listrik tersebut berasal dari data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Terpilih Dedi Mulyadi mengaku malu karena sebanyak 140 ribu rumah di Jabar belum teraliri listrik.

Dedi Mulyadi mengatakan, angka 140 ribu rumah di Jabar belum teraliri listrik tersebut berasal dari data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar.

"Saya sebagai gubernur merasa malu di era modern seperti sekarang masih ada warga yang hidup tanpa listrik. Datanya, ada 140 ribu rumah di Jabar belum teraliri listrik," ujar Dedi Mulyadi baru-baru ini. 

Dedi Mulyadi berkomitmen, masalah listrik akan menjadi prioritas utama pasca dilantik kelak. Bahkan ia menargetkan pada tahun pertama menjabat semua rumah bisa teraliri listrik.

"Saya targetkan tahun ini semuanya harus teraliri listrik apapun caranya," ucapnya.

Beberapa hal yang akan dilakukan, adalah menggunakan sambungan dari PLN untuk wilayah yang mudah dijangkau. Sementara untuk wilayah terpencil, akan menggunakan listrik mandiri berbasis energi terbarukan.

Listrik mandiri kata dia, akan memanfaatkan tenaga surya yang diharapkan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat selama 24 jam.

Guna memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan anggaran sekitar Rp420 miliar, yang disiapkan di APBD Perubahan 2025.

"Saya targetkan tahun ini Jawa Barat caang, tidak ada lagi warga yang hidup tanpa listrik," tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan Inventarisasi Rumah Belum Berlistrik (IRBB) menunjukkan bahwa hingga 2023 masih ada 137.697 rumah tangga yang belum memiliki listrik secara mandiri.

"Perlu kami sampaikan bahwa berdasarkan data IRBB hingga 2023, terdapat 137.697 rumah tangga yang belum memiliki listrik secara mandiri. Data ini masuk dalam RENSTRA Dinas ESDM 2024-2026," ujar Kepala Dinas ESDM Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih belum lama ini. 

Adapun Pemerintah Provinsi Jabar juga telah menyiapkan program Jabar Caang dengan skema pendanaan melibatkan tiga sumber: APBD (Program Listrik Perdesaan), APBN (Program BPBL), dan CSR dari perusahaan di Jawa Barat (Program CSR Jabar Caang).

Diketahui, pada 2024, program ini telah menyambungkan listrik ke 34.111 rumah tangga miskin dan tidak mampu di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Pendanaan berasal dari APBD untuk 4.639 rumah, APBN untuk 28.562 rumah, dan CSR untuk 910 rumah. Tingkat realisasi program pada 2024 mencapai 74,31 persen.


Editor : Doni Ramdhani