15 Orang Diperiksa Imbas Kasus Sedot Lemak yang Tewaskan Selebgram Asal Medan
Polres Metro Depok telah memeriksa 15 saksi terkait kasus kematian ENS (30), seorang selebgram asal Medan, yang diduga meninggal setelah menjalani sedot lemak di klinik WSJ Beauty, Beji.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Polres Metro Depok telah memeriksa 15 saksi terkait kasus kematian ENS (30), seorang selebgram asal Medan, yang diduga meninggal setelah menjalani sedot lemak di klinik WSJ Beauty, Beji.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana, mengungkapkan bahwa saksi-saksi yang diperiksa meliputi dokter, keluarga korban, dan orang-orang yang berada di lokasi kejadian.
"Sejauh ini, kami telah memeriksa sekitar 15 saksi, termasuk dokter, pihak korban, pelaku, dan saksi-saksi lain yang ada di TKP," kata Arya Perdana.
Arya menambahkan bahwa saat ini mereka sedang menunggu hasil autopsi untuk menentukan langkah penyidikan selanjutnya.
Arya menjelaskan bahwa hasil autopsi dan rekomendasi dari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) akan mempengaruhi keputusan penyidikan.
Lebih lanjut Arya menyampaikan beberapa pihak berpotensi menjadi pelaku atau tersangka, termasuk dokter yang melakukan operasi dan pihak yang mempekerjakan dokter tersebut.
"Sementara ini, kalau kita berbicara terduga, tentu ada beberapa. Karena ada dokter yang melakukan operasinya, ada juga pihak yang mempekerjakan. Sesuai dengan undang-undang tentang kesehatan, memang hal itu diatur," terangnya.
"Jadi yang mempekerjakan itu ada pidananya, kalau dia mempekerjakan dokter yang tidak mempunyai izin. Dokter juga yang melakukan tindakan medis tanpa izin praktek itu juga dikenakan pidana," imbuhnya.
Editor : Firda Rachmawati

