19 Sekolah di Bandung Barat Raih Penghargaan Adiwiyata 2021
Sebanyak 19 sekolah di Kabupaten Bandung Barat berhasil meraih penghargaan Adiwiyata 2021 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah-Sebanyak 19 sekolah dari jenjang SD, SMP dan SMA di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat penghargaan Adiwiyata Kabupaten, Provinsi dan Nasional tahun 2021.
Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI kepada sejumlah sekolah yang berhasil menjaga dan melestarikan lingkungan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, dirinya memberikan sejumlah penghargaan Adiwiyata untuk jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA, termasuk pemberian penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) yang diraih Kampung Cidadap.
"Atas nama pribadi dan pemda, kami berbangga hati ada yang mendapat penghargaan Adiwiyata ditingkat provinsi dan nasional," katanya saat ditemui, Kamis 20 Januari 2022.
Menurutnya, agar dapat menjaga dan melestarikan lingkungan memang harus ada yang peduli lingkungan dan kemudian diberikan apresiasi.
"Persoalan pelestarian lingkungan tidak bisa kita pandang sepele, kalau kita mencintai lingkungan tentu hal positif kita dapatkan," tuturnya.
Baca Juga: Selalu Main Apik Dilapangan! Pemain Muda Potensial Ini Tinggalkan Persib, Robert Albert Senang
Sebaliknya, kata dia, jika ada yang melakukan penebangan dan merusak lingkungan, maka bisa dilihat sendiri dampaknya, banjir longsor dan berbagai bencana lainnya.
"Ini bisa jadi trigger atau pemicu, termasuk juga seperti deklarasi Lembang bersih yang saya harap bisa diikuti kecamatan lainnya," katanya.
"Kita awali dari Lembang karena menjadi kecamatan yang fenomenal dengan kunjungan wisata 7-8 juta per tahun," sambungnya.
Dengan adanya deklarasi Lembang bersih kemarin diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat lantaran menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah.
Namun perlu kesadaran semua pihak, minimal ada rasa bersalah ketika membuang sampah sembarangan.
"Kita melihat terkadang kecuekan masyarakat yang masih menganggap bahwa ini tugasnya pemerintah. Padahal ini menjadi tugas bersama," bebernya.
Tak hanya itu, ia jua menilai bahwa dengan melakukan gerakan menanam pohon menjadi salah satu upaya untuk melestarikan lingkungan.
"Jadi setiap pohon yang kita tanamkan berarti kita menanam doa, harapan dan kebaikan," ungkapnya.
Ia mengaku, pihaknya mengapresiasi komunitas peduli lingkungan di KBB yang jumlahnya cukup banyak.
Baca Juga: Arteria Dahlan Minta Maaf ke Masyarakat Sunda, Netizen: Dimaafkan Tapi Kalo Lupa Sih Tidak
"Tinggal semangat lagi untuk mengkader masyarakat dan anak muda yang peduli lingkungan," ujarnya.
Ia berharap, dengan banyaknya pihak yang peduli dan melestarikan lingkungan KBB bisa dijauhkan dari bencana.
"Saya berharap KBB dijauhkan dari bencana karena ternyata banyak masyarakat yang peduli lingkungan dengan aksi-aksi yang dilakukan, seperti penanaman pohon dan lain sebagainya," ungkapnya.
Baca Juga: Shin Tae Yong Diusik, Umuh Muchtar Ngamuk: Keluar dari Exco PSSI Haruna Soemitro!
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB, Asep Dendih mengatakan, pemberian penghargaan ini diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB dengan pesertanya dari Disdik KBB.
"Alhamdulillah, mulai dari kepala sekolah, guru dan warga di lingkungan sekolah itu sendiri mendapat pengakuan melalui penghargaan Adiwiyata," katanya.
Ia menyebut, pihaknya telah mengirimkan 10 sekolah baik untuk tingkat provinsi maupun nasional yang diwakili para guru dari tiap sekolah sebagai penjaga kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Akhirnya Arteria Dahlan Minta Maaf Kepada Masyarakat Jawa Barat
"Yang mendapat penghargaan pada hari ini ada 19 sekolah dari jenjang SD, SMP dan SMA negeri dan swasta yang ada di KBB. Sedangkan, untuk yang mendapat penghargaan dari tingkat nasional itu ada lima sekolah," sebutnya.
Ia berharap, pencapaian ini bisa menjadi sebuah motivasi bagi seluruh jenjang sekolah yang ada di Bandung Barat, yaitu 183 SMP dan sekitar 690 SD.
"Ke depan kami akan memberikan sebuah workshop bagi rekan-rekan kepala sekolah dan guru untuk memperlihatkan sekolah-sekolah yang mendapat penghargaan baik di tingkat Provinsi Jawa Barat maupun di tingkat nasional," pungkasnya.***(Agus Satia Negara).
Editor : inilahkoran

