2 Kelemahan Terbesar Persib Diungkap Bojan Hodak, Lini Depan Jadi Sorotan

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak ungkap dua kelemahan terbesar timnya di ajang BRI Super League 2025/2026.

2 Kelemahan Terbesar Persib Diungkap Bojan Hodak, Lini Depan Jadi Sorotan
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak ungkap dua kelemahan terbesar timnya di ajang BRI Super League 2025/2026.

INILAHKORAN.ID- Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak mengupas tuntas tiga kelemahan timnya meski sukses menuntaskan setengah musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 sebagai juara.

Rupanya, Bojan Hodak tak terlalu menganggap penting status juara paruh musim terlebih dia menyebut Persib masih memiliki sejumlah kelemahan.

"Lihat, kami adalah nomor satu di liga jadi tentu saja saya merasa senang dan puas. Tapi di waktu yang bersamaan, saya rasa kami masih bisa lebih baik," ungkap Bojan Hodak.

Persib menempati posisi teratas klasemen BRI Super League dengan koleksi 38 poin dari 17 laga yang telah dilakoni. Mereka hanya unggul satu poin dari Borneo FC di posisi kedua.

Berikut 2 kelemahan Persib menurut Bojan Hodak berdasarkan performa di putaran pertama kompetisi:

Buang-buang Peluang

Bojan Hodak menyebut kinerja lini depan timnya masih jauh dari harapan. Para striker sering membuang percuma peluang di depan gawang.

Sorotan terhadap lini depan Persib juga tak lepas dari produktivitas gol para penyerangnya. Dua striker, Andrew Jung dan Ramon Tanque dianggap belum memberi kontribusi nyata terkait jumlah lesakan.

Andrew Jung sejauh ini baru menciptakan 4 gol dari 10 penampilannya di ajang BRI Super League.

Sementara itu, Ramon Tanque sempat mengalami puasa gol dalam 11 laga, sebelum akhirnya bisa mengoleksi 3 gol dalam seragam Maung Bandung.

Bojan Hodak juga menyoroti serangkaian kegagalan eksekusi penalti dalam beberapa laga di semua kompetisi.

"Kami beberapa kali gagal memanfaatkan penalti, ada lima penalti (gagal)," ungkapnya.

Kedodoran di Menit Akhir

Satu masalah lainnya, yakni faktor konsentrasi para pemain Persib yang sering buyar di penghujung laga.

Bojan Hodak menyebut timnya kerap kebobolan di menit-menit akhir dalam dua hingga tiga pertandingan sehingga berujung gagal menang.

Contoh paling nyata, yakni ketika ditahan imbang tuan rumah Persik Kediri 1-1, Senin 5 Januari 2026 lalu.

Ketika itu, Persib yang unggul lebih dulu lewat gol Saddil Ramdani pada menit ke-68 dipaksa menerima hasil imbang setelah Persik mencetak gol pada menit ke-90+6 melalui aksi Muhamad Firly.

"Kami kebobolan di menit-menit akhir dalam 2-3 pertandingan yang membuat kami kehilangan poin," tandas Hodak.***


Editor : Bsafaat