21 Korban Galodo Ditemukan di Sungai Batang Anai, Tim Gabungan Perluas Pencarian Hingga Hilir

21 Korban Galodo Ditemukan di Sungai Batang Anai, Tim Gabungan Perluas Pencarian Hingga Hilir

21 Korban Galodo Ditemukan di Sungai Batang Anai, Tim Gabungan Perluas Pencarian Hingga Hilir
banjir dan longsor di Sumbar

INILAHKORAN - Upaya pencarian korban banjir bandang atau Galodo di kawasan Jembatan Kembar menuju Lembah Anai, Sumatera Barat, kembali menemukan perkembangan penting. Hingga Jumat (28/11) malam, sebanyak 21 jenazah ditemukan di sepanjang aliran Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, menjelaskan bahwa penemuan korban merupakan hasil kerja keras tim gabungan yang melibatkan unsur Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah, relawan, serta warga sekitar.

“Hingga malam tadi tercatat 21 jenazah ditemukan,” ujarnya di Parik Malintang, Sabtu.

Dari 21 korban tersebut, 19 ditemukan di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, satu jenazah ditemukan di Kecamatan Lubuk Alung, dan satu lainnya di Kecamatan Batang Anai.

Setiap korban yang ditemukan langsung dievakuasi ke puskesmas terdekat sebelum dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi. Sejumlah jenazah telah diambil pihak keluarga, sementara sebagian masih menunggu identifikasi lebih lanjut.

Pencarian Diperluas Hingga Hilir Sungai

Tim gabungan melanjutkan operasi pencarian pada Sabtu dengan memfokuskan penyisiran di aliran Sungai Batang Anai, mengingat material galodo membawa korban hingga ke hilir sungai.

Galodo hebat pada Kamis (28/11) itu membawa material berupa lumpur, tanah, bebatuan, dan batang pohon dari perbukitan menuju kawasan Jembatan Kembar — lokasi yang berbatasan dengan Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar.

Jalur Nasional Lumpuh Total

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Padang Panjang, Noviyati, menyebut tumpukan material galodo mengubur badan jalan nasional Padang–Padang Panjang, salah satu akses utama menuju Lembah Anai. Kondisi ini membuat jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.

“Material yang terbawa cukup besar: tanah, lumpur, bebatuan, dan batang-batang pohon menutup seluruh badan jalan,” jelasnya.

Petugas masih berupaya menyingkirkan material sambil tetap memprioritaskan pencarian korban yang kemungkinan masih terseret arus sungai.


Editor : Firda Rachmawati