25 Tahun Sekolah Alam Bandung, Konsisten Cetak Generasi Berkarakter

Sekolah Alam Bandung (SAB) tetap mempertahankan identitasnya sebagai pelopor pendidikan berbasis alam. 

25 Tahun Sekolah Alam Bandung, Konsisten Cetak Generasi Berkarakter
Sekolah Alam Bandung (SAB) tetap mempertahankan identitasnya sebagai pelopor pendidikan berbasis alam. 

INILAHKORAN.ID - Di tengah derasnya perubahan dunia pendidikan, Sekolah Alam Bandung (SAB) tetap mempertahankan identitasnya sebagai pelopor pendidikan berbasis alam. 

Memasuki usia ke-25 tahun, sekolah ini menegaskan komitmennya membangun karakter dan kepemimpinan anak melalui pengalaman belajar yang dekat dengan lingkungan.

Perayaan seperempat abad perjalanan SAB diwujudkan melalui kegiatan Fun Run 25th yang digelar di kawasan Dago Pakar, Kota Bandung, Minggu (30/8/2026) lalu. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas siswa, orang tua, alumni, guru, serta masyarakat umum.

Tidak sekadar menjadi agenda olahraga, kegiatan ini mencerminkan filosofi pendidikan yang selama ini diterapkan SAB. Para peserta menempuh rute di kawasan Dago Pakar hingga melintasi Gua Belanda, sebuah jalur yang merepresentasikan proses belajar yang menyatu dengan alam.

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi menilai, konsistensi SAB menjadi contoh bahwa pendidikan tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas.

"Selama 25 tahun, Sekolah Alam Bandung konsisten membuktikan bahwa belajar tidak harus terkurung di dalam ruang kelas. Melalui kegiatan seperti hari ini, kita melihat bagaimana edukasi karakter, kesehatan, dan kepedulian lingkungan menyatu secara alami," ujar Asep.

Perayaan ini juga memperlihatkan kuatnya ekosistem komunitas yang telah dibangun SAB selama dua dekade lebih. Pembina, pengawas, pengurus yayasan, alumni, hingga keluarga besar sekolah hadir dan berinteraksi langsung bersama peserta, mempertegas peran komunitas sebagai salah satu fondasi utama keberlangsungan pendidikan di SAB.

Sejak berdiri pada 2001, Sekolah Alam Bandung mengembangkan sistem pendidikan yang berfokus pada tiga aspek utama, yakni akhlak, logika berpikir atau keilmuan, serta kepemimpinan. 

Pendekatan tersebut diarahkan untuk membantu setiap anak mengenali dan mengembangkan potensi terbaiknya.
Model pembelajaran yang diterapkan, mengedepankan pengalaman langsung melalui interaksi dengan alam. Anak-anak tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga diajak memahami berbagai fenomena kehidupan secara nyata melalui aktivitas eksploratif dan kolaboratif.

Selain penguatan akademik, pembentukan karakter menjadi fokus utama. Sekolah mendorong lahirnya generasi yang mandiri, tangguh, memiliki kepedulian sosial, serta mampu beradaptasi dengan tantangan masa depan.

Momentum 25 tahun ini menjadi penegasan, Sekolah Alam Bandung akan terus menghadirkan pendidikan yang memerdekakan, relevan dengan perkembangan zaman, dan tetap berakar pada nilai-nilai karakter serta kecintaan terhadap lingkungan.***


Editor : JakaPermana