INILAH, Bandung- Teknologi terus berkembang seiring zaman melaju, internet pun semakin mudah diakses. Tapi, 250 ribu Kepala Keluarga di Jabar belum tersentuh listrik.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Tirtoyuliono menyampaikan, jumlah kepala keluarga yang sudah teraliri listrik di Jabar saat ini mencapai 99,9 persen. Jumlah tersebut melebihi target rasio elektrifikasi nasional yang hanya 97,13 pada 2018.
Bahkan, kata dia, hal tersebut melebihi target sebanyak 1,99 persen,di mana pada tahun lalu hanya menargetkankan 98 persen. Sisanya 0,01 persen atau 256.000 kk yang belum teraliri listrik. Umumnya di selatan yang aksesnya sulit ditembus PLN.
"Kami ingin agar dituntaskan tahun ini sisanya," kata Bambang pada Jawa Barat Punya Informasi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (28/3/2019).
Untuk mencapai target 100 persen itu, pihaknya akan menggandeng PLN dan pihak lainnya.
"Jabar yang gagas pertama kali ke desa, via APDN, kolaborasi stakeholder untuk kita gerakan sama-sama meningkatkan rasio eelektrifikasi," katanya.
Dia memastikan, pada tahun 2019 ini bisa selesai. Pihaknya akan segera menggelar diskusi dengan PLN distribusi Jabar untuk membahas hal tersebut. Demikian, untuk 256 ribu kk yang belum dialiri listrik tersebut bisa segera ditangani.
"Kalau memang bisa diakses PLN nanti berapa banyak, bagaimana skemanya, kalau tidak bisa kita cari alternatif lain yang kita akan kembangkan," kata dia.
Disinggung terkait sumber energi terbaru seperti biofuel dari tanaman jarak pagar, dia katakan, ide tersebut telah lama muncul. Bambang melanjutkan,
Pemerintah menginginka lahan idle ditanami tanaman yang produktif untuk mengurangi ketergantungan konsumsi bahan bakar minyak.
Di sisi lain lanjutnya, pemerintah pusat belum berani menghilangkan penggunaan biofuel untuk memenuhi konsumsi bahan bakar sehari-hari, setidaknya 20 persen dulu. " Sekarang masih lima persen dan itu pun masih subtitusi, " kata dia.