3 Balong di Mangkubumi Mendadak Surut, Diduga Kuat Dikuras Maling

Sebanyak tiga kolam ikan atau balong di Mangkubumi mendadak surut. Diduga kuat dilakukan pencuri ikan.

3 Balong di Mangkubumi Mendadak Surut, Diduga Kuat Dikuras Maling
Ketua RW 07 Eka Hendra mengatakan, dugaan pencurian itu terjadi di tiga balong di Mangkubumi. Tepatnya, di wilayah Sumur Nangsi, Kelurahan/Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Sebanyak tiga kolam ikan atau balong di Mangkubumi mendadak surut. Diduga kuat dilakukan pencuri ikan.

Ketua RW 07 Eka Hendra mengatakan, dugaan pencurian itu terjadi di tiga balong di Mangkubumi. Tepatnya, di wilayah Sumur Nangsi, Kelurahan/Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. 

Dia mengaku, peristiwa itu kali pertama diketahui warga pada Kamis (23/4/2026) subuh. Pemilik balong di Mangkubumi kaget saat melihat kolam ikan miliknya tiba-tiba surut. Ikan-ikan yang ada di dalamnya pun hilang.

“Kayaknya kejadian malam Kamis kemarin. Ketahuannya Kamis subuh. Saya baru dapat laporan hari ini,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Pelaku diduga menguras balong milik warga pada malam hari hingga menyebabkan kerugian jutaan rupiah. 

Pelaku diduga tidak mengambil ikan secara langsung dari dalam kolam, melainkan dengan cara membuka saluran pembuangan air hingga kolam menjadi kering. Ikan-ikan kemudian kemungkinan diambil saat terkumpul di saluran tersebut.

“Kalau turun ke kolam kayaknya enggak mungkin. Kemungkinan dia buka dulu saluran airnya, nanti ikan masuk ke lubang pembuangan,” jelasnya.

Dia menyebutkan, di wilayahnya terdapat satu kolam yang menjadi korban, sementara di RW lain terdapat dua kolam. Total, ada tiga kolam yang diduga menjadi sasaran pencurian dalam satu malam.

Jenis ikan yang dibudidayakan di kolam tersebut antara lain ikan nila, ikan mas, mujair, hingga nilem. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1,5 juta. Meski demikian, hingga kini kejadian tersebut belum dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian.

Sementara itu, tak jauh dari lokasi pertama, salah satu pemilik kolam Jojo Arman (76) mengaku kolam ikan miliknya kedapatan sudah surut, meski ia mengaku kemungkinan ikannya tidak sempat dibawa si pelaku lantaran kesiangan. Dia mengaku baru mengetahui kondisi kolamnya setelah dua hari tidak melakukan pengecekan rutin.

“Biasanya saya tiap hari ke sini, cuma dua hari enggak. Pas datang, sudah banyak orang. Saluran airnya sudah ada yang buka, bahkan ada yang diputusin, yang satu lagi dibobok,” ungkapnya.

Di lokasi kejadian, warga juga menemukan sebuah linggis yang diduga digunakan pelaku untuk merusak saluran air. Selain itu, terdapat tanaman talas milik warga yang sempat dicabut, namun tidak dibawa jauh dari lokasi.

“Kecurigaan belum ada, tapi katanya sore sebelumnya ada dua orang tidak dikenal terlihat di sekitar sini,” tambah Jojo.

Setelah kejadian tersebut, Jojo berencana untuk memagar kolam ikan miliknya guna meminimalisir kejadian serupa terjadi di kemudian hari.


Editor : Doni Ramdhani