Gudang Rongsok di Tasikmalaya Terbakar, Damkar Berjibaku 2 Jam Padamkan Api

Gudang rongsok di Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, terbakar. Proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam, satu petugas sesak napas.

Gudang Rongsok di Tasikmalaya Terbakar, Damkar Berjibaku 2 Jam Padamkan Api
Petugas Pemadam Kebakaran Berji aku Memadamkan Api di Lokasi Kebakaran, di Kampung Sambongjaya RT 002/RW 004, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

INILAHKORAN.ID-Kebakaran hebat melanda gudang rongsok milik H Amai di Kampung Sambongjaya RT 002/RW 004, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa (4/8/2026) sore. Kobaran api yang menghanguskan tumpukan material mudah terbakar baru berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.40 WIB. Banyaknya material rongsok, terutama yang mudah terbakar, membuat api dengan cepat membesar dan memicu kepulan asap hitam pekat.

Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit mobil tangki air dikerahkan ke lokasi. Sedikitnya 30 personel gabungan diterjunkan untuk menjinakkan api.

Satu Petugas Damkar Sesak Napas

Di tengah proses pemadaman, seorang petugas pemadam kebakaran bernama Iqbal mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal dari material yang terbakar, terutama plastik. Petugas tersebut segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, sejumlah personel yang mengalami kelelahan memperoleh bantuan oksigen dari tim PMI yang bersiaga di lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, mengatakan penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari Damkar Kota Tasikmalaya, Damkar Kabupaten Tasikmalaya, BPBD, TNI-Polri, PLN, Tagana, PMI hingga para relawan.

"Alhamdulillah kejadian hari ini dapat ditangani oleh teman-teman dan tim dari Pemkot, Kabupaten dan TNI AD Yonif TP 939/Macan Putih. Kurang lebih ada 30 orang ditambah tujuh unit damkar dan sekarang dalam proses pendinginan. Untuk detail lainnya masih dalam proses," ujarnya.

Kekurangan Armada Jadi Kendala

Menurut Budi, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh titik api benar-benar padam sebelum dilakukan pendataan kerusakan.

Ia mengungkapkan proses pemadaman memakan waktu sekitar dua jam. Salah satu kendala yang dihadapi ialah keterbatasan armada pemadam sehingga harus mendapat bantuan dari Damkar Kabupaten Tasikmalaya dan personel TNI.

"Untuk kendala kekurangan armada saja, makanya dibantu Damkar Kabupaten Tasik dan TNI AD Yonif TP 939/Macan Putih," katanya.

PLN juga diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan karena titik kebakaran berada di bawah jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), guna memastikan tidak ada gangguan terhadap sistem kelistrikan.

Satu Kendaraan Ikut Terbakar

Budi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material masih didata oleh petugas.

Ia membenarkan satu unit kendaraan ikut terbakar setelah atap bangunan ambruk saat kebakaran berlangsung.

"Itu memang ada di bengkel, atap ambruk, dan kendaraan yang terbakar satu unit, info awal," katanya.

Sementara itu, luas area terdampak masih dalam proses pendataan.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Di lokasi terpisah, Pamapta 2 Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Rifanto Zaki, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurutnya, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan keterangan awal sejumlah saksi, api diduga berasal dari korsleting listrik di dalam gudang.

"Untuk penyebab pasti saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun demikian menurut informasi awal dari saksi, penyebabnya adalah korsleting listrik dari gudang rongsok tersebut," ujarnya.

Polres Tasikmalaya Kota mengerahkan sekitar 20 personel untuk mengamankan lokasi dan menghalau warga agar tidak mendekati area kebakaran demi menghindari risiko yang membahayakan.

Sejak awal kejadian, kepolisian juga berkoordinasi dengan PLN untuk memadamkan aliran listrik di sekitar lokasi sebagai langkah pengamanan selama proses pemadaman berlangsung.***


Editor : JakaPermana