3 Tahun, Rosita Istiawan Bidik Lahan Kritis di Cisarua Kembali menjadi Hutan
Sukses mengubah lahan kritis menjadi hutan di Desa Megamendung, Rosita mendapat tugas dari Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk melakukan hal sama di Cisarua.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Usai sukses mengubah lahan kritis menjadi hutan di Desa Megamendung, Rosita Istiawan mendapat tugas dari Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk melakukan hal yang sama di Desa Tugu Utara, Cisarua.
Di lahan eks kebun teh milik PT Perkebunan Nusantara I Regional 2, Rosita menanami ribuan pohon berbagai jenis. Lahan itu dalam kondisi kritis.
"Selama dua bulan, sejak sebelum Ramadan kemarin, sudah 1.000 pohon kami tanam jenisnya agatis, rasamala, puspa dan pohon endemik Bogor lainnya," kata Rosita kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).
Dia menargetkan, lahan kritis di Desa Tugu Utara Cisarua tersebut akan menjadi hutan kembali dalam kurun waktu tiga tahun.
Wanita berusia 63 tahun itu pun akan menambah jumlah pohon yang akan ditanam di kawasan hulu Sungai Ciliwung tersebut.
"Target saya, lahan kritis di Desa Tugu Utara, Cisarua akan kembali menjadi hutan dan bakal muncul kembali mata air di eks kebun teh ini," tambahnya.
Alih fungsinya kebun teh menjadi objek wisata Hibisc Fantasy Puncak diketahui menjadi penyebab banjir bandang pada awal Bulan Maret 2025 lalu.
Tak hanya itu, eks kebun teh yang lalu menjadi lahan kritis, juga menurunkan daya serap air dan menaikkan suhu, hingga suhu di Kawasan Puncak tidak sedingin dulu.
"Kebetulan, eks kebun teh yang kami kelola dan ditugaskan menjadi hutan kembali ini bersebelahan dengan eks objek wisata Hibisc Fantasy Puncak. Kami berharap, hutan membuat satwa seperti burung berdatangan, cadangan air melimpah, suhu di Kawasan Puncak kembali dingin dan bisa mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor," tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani
