3.800 Warga Aceh Barat Terisolasi Banjir Setinggi 1,5 Meter, Belasan Desa Putus Akses

Ribuan warga Aceh Barat terisolasi banjir dengan ketinggian 1,5 meter.

3.800 Warga Aceh Barat Terisolasi Banjir Setinggi 1,5 Meter, Belasan Desa Putus Akses
Banjir di Aceh isopasi ribuan warga

INILAHKORAN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Barat sejak beberapa hari terakhir menyebabkan banjir meluas hingga merendam delapan kecamatan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mencatat 3.866 jiwa atau 2.652 kepala keluarga (KK) terdampak dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, menyebut bahwa hingga Jumat belum ada laporan korban jiwa. Namun pihaknya menegaskan banjir kali ini merupakan salah satu yang terbesar sepanjang tahun, mengingat luasnya cakupan desa yang terendam.

Belasan Desa Terendam, Akses Wilayah Mulai Terputus

Banjir merendam sejumlah titik kritis, terutama di Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, Sungai Mas, Arongan Lambalek, Woyla Timur, Pante Ceureumen, Woyla Barat, dan Kaway XVI.

Di Kecamatan Sungai Mas saja, air menutupi delapan desa, termasuk Kajeung, Geduong, Lancong, hingga Gunong Buloh. Sementara Arongan Lambalek mengalami kondisi serupa, dengan banjir mencapai puluhan sentimeter hingga satu meter di berbagai gampong.

Wilayah Woyla Barat dan Pante Ceureumen juga melaporkan puluhan desa yang terdampak. Beberapa titik mulai terisolasi karena akses jalan tidak dapat dilalui.

BPBD Intensifkan Evakuasi dan Pendataan Lapangan

Menurut Ronal, tim BPBD saat ini terus melakukan evakuasi warga ke titik aman, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

“Pendataan masih berlangsung mengingat wilayah terdampak cukup luas. Tim kami bergerak dari satu desa ke desa lain untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap siaga menghadapi potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Dengan kondisi cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, warga diminta tidak kembali ke rumah sebelum situasi benar-benar aman. BPBD memastikan logistik darurat, perahu karet, dan tim evakuasi telah disiagakan di titik-titik banjir terparah.


Editor : Firda Rachmawati