3M Plus Mutlak Dilakukan, Cegah Penularan DBD

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan, tidak ada cara lain untuk mencegah penularan demam berdarah dengue (DBD) akibat nyamuk Aedes Aegypti selain 3M Plus yang mutlak harus dilakukan pada saat ini.

3M Plus Mutlak Dilakukan, Cegah Penularan DBD
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan, tidak ada cara lain untuk mencegah penularan demam berdarah dengue (DBD) akibat nyamuk Aedes Aegypti selain 3M Plus yang mutlak harus dilakukan pada saat ini./Yuliantono

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan, tidak ada cara lain untuk mencegah penularan demam berdarah dengue (DBD) akibat nyamuk Aedes Aegypti selain 3M Plus yang mutlak harus dilakukan pada saat ini.

Menguras tempat penampungan air, kemudian menutupnya dan mengolah kembali barang bekas yang dapat membuat adanya genangan air, seperti ban bekas, kaleng, harus dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti pembawa DBD.

Selanjutnya kata Vini plusnya adalah dengan memelihara ikan atau hewan pemakan jentik di tempat penampungan air, menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk juga dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan.

Contohnya menaruh ikan cupang di bak penampungan air, serta menanam tanaman seperti sirih, lavender maupun kecombrang untuk mencegah kedatangan nyamuk.

"DBD terjadi sepanjang tahun. Peran masyarakat sangat besar. 3M Plus harus dilakukan," ujar Vini dalam Bewara Jawa Barat (Beja), di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 8 Maret 2024.

Guna memassifkan gerakan 3M Plus, pihaknya sambung Vini selain telah menyebarkan surat edaran, juga melakukan sosialisasi memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Tiktok dan podcast.

"Masalah tentang DBD selalu kita selipkan sepanjang tahun. Jadi edukasi enggak berhenti. Masyarakat selalu diingatkan bahwa 3M Plus menjadi kewajiban," ucapnya.

Tidak hanya itu, Pemprov Jabar kata dia juga telah mendistribusikan abate kepada masyarakat sebagai mitigasi tambahan, serta alat pendeteksi dini bagi anak-anak, yaitu NS1.

"Memang tidak begitu banyak. NS1 ini bisa diperiksa di Puskesmas, tapi kami berikan ke lokasi-lokasi yang tinggi demam berdarahnya," pungkasnya. (Yuliantono)***


Editor : JakaPermana