417 Siswa Diduga Keracunan MBG: Santapan Gratis Bikin Meringis

SEBANYAK 417 siswa dan guru di tiga SMP Negeri Dramaga diduga keracunan seusai menyantap MBG. Penyebab kejadian kini ditelusuri.

417 Siswa Diduga Keracunan MBG: Santapan Gratis Bikin Meringis
KERACUNAN MBG: Wakil Bupati Bogor Jaro Ade mengunjungi salah satu siswa yang dirawat diduga akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 417 siswa dan guru dari SMP Negeri 1, 2, dan 3 Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.(INILAH/REZA ZURIFWAN)

Oleh : Reza Zurifwan

Kabar dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) menyisakan kecemasan di lingkungan sekolah.Sebanyak 417 siswa dan guru dari SMP Negeri 1, 2, dan 3 Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Sejumlah siswa dan guru harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi, Rumah Sakit Medika, serta beberapa puskesmas. Jumlah korban sementara itu masih berpotensi bertambah karena belum seluruhnya terdata.

Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade mendatangi para siswa dan guru yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun puskesmas, Selasa (27/10). Kunjungan tersebut dilakukan setelah dirinya menerima kabar mengenai dugaan keracunan yang menimpa ratusan warga sekolah.

“Saat ini jumlah siswa, siswi, guru yang diduga mengalami keracunan MBG ada 417, namun data tersebut masih bisa bertambah karena ada yang belum terdata, karena sudah pulang ke rumahnya masing-masing,” kata Jaro Ade kepada wartawan.

Besarnya jumlah warga sekolah yang terdampak membuat penanganan tak cukup hanya berfokus pada mereka yang masih dirawat.

Jaro Ade meminta camat, kepala desa, dan lurah turut memastikan kondisi kesehatan siswa dari ketiga sekolah tersebut, termasuk mereka yang telah kembali ke rumah.

“Jangan sampai ada yang sakit, tetapi tidak mendapatkan perawatan. Oleh karena itu Forkopimcam harus mengecek kesehatan warganya,” pintanya.

Di balik penanganan para siswa dan guru, penyebab dugaan keracunan menjadi hal yang harus segera dipastikan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor akan menelusuri sumber masalah dengan memeriksa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan penyediaan makanan tersebut.

Sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa dan guru juga akan diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Pemeriksaan itu diharapkan membantu mengungkap penyebab kejadian yang menimpa ratusan warga sekolah tersebut.

Jaro Ade menegaskan, program MBG memiliki tujuan yang baik dan bermanfaat.

Namun, kejadian di Dramaga menjadi pengingat bahwa tata kelola program perlu terus diperbaiki agar pelaksanaannya berjalan aman.

“Program MBG ini bagus, bermanfaat dan secara bertahap terus diperbaiki tata kelolanya dan sampel makanan MBG yang dimakan oleh siswa, siswi dan guru pun akan diuji di Labkesda,” tambahnya.

Sembari menunggu hasil pemeriksaan, pemantauan kesehatan siswa dan guru menjadi perhatian penting agar warga sekolah yang masih membutuhkan pertolongan tidak luput dari penanganan.

(gin)


Editor : Inilahkoran