Semprong Bu Premi, Renyah Rasa Tajur

KUE semprong Bu Premi menjadi kebanggaan Kelurahan Tajur. Renyah rasanya, luas peluang pasarnya.

Semprong Bu Premi, Renyah Rasa Tajur
KUE SEMPRONG: Lurah Tajur Ita Juita bersama Premi saat menunjukkan kue semprong renyah Ibu Premi di kantor Kelurahan Tajur pada Selasa (27/10). Kelurahan Tajur mendorong produk UMKM.(INILAH/RIZKI MAULUDI)

Aroma kue semprong yang renyah menyimpan peluang bagi usaha rumahan untuk tumbuh lebih besar. Di Kelurahan Tajur, Kota Bogor, produk buatan Ibu Premi menjadi salah satu UMKM lokal yang kini didorong agar semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Bagi Kelurahan Tajur, potensi ekonomi tidak hanya bertumpu pada usaha berskala besar. Produk rumahan yang lahir dari tangan warga juga memiliki peluang untuk berkembang, asalkan mendapat dukungan pembinaan dan pemasaran yang tepat.

Lurah Tajur, Ita Juita, mengatakan kue semprong buatan Ibu Premi menjadi salah satu produk unggulan wilayahnya. Selain itu, terdapat produk lain seperti olahan pabrik kecap Bemo dan kerajinan Tasik Emas yang turut memperkaya potensi UMKM setempat.

“Kami memiliki produksi kue semprong, rasanya renyah dan ini salah satu produk unggulan di wilayah kami,” kata Ita, Selasa (27/10).

Menurut Ita, pihak kelurahan berupaya merangkul para pelaku usaha, memberikan pembinaan, sekaligus membantu pemasaran produk. Langkah tersebut diharapkan membuka jalan bagi produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk toko-toko ritel.

“Kami sangat bangga produk UMKM lokal, seperti semprong buatan Bu Premi yang rasanya renyah dan luar biasa. Kami ingin membangkitkan semangat para pelaku UMKM agar produk Tajur bisa dikenal lebih luas,” tuturnya.

Dukungan pemasaran menjadi salah satu upaya agar produk rumahan tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar. Kelurahan Tajur juga membuka akses informasi bagi masyarakat yang ingin membeli kue semprong buatan Ibu Premi.

“Jika ada masyarakat atau pembeli yang berminat dengan produk semprong renyah ini, dapat langsung menghubungi pihak Kelurahan Tajur,” tambah Ita.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan lebih dari sekadar produk yang berkualitas. Dukungan promosi dan akses pasar juga menjadi bagian penting agar usaha warga dapat bertahan dan berkembang.

(rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran