450 Polwan dari 43 Negara Hadiri Konferensi IAWP 2026 di Bali
Sebanyak 450 polisi wanita dari 43 negara menghadiri IAWP Annual Training Conference 2026 di Badung, Bali, pada 20-24 September 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 450 polisi wanita (Polwan) dari 43 negara menghadiri forum internasional The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 yang digelar di Badung, Bali, pada 20-24 September 2026.
Bagi Indonesia, penyelenggaraan IAWP 2026 menjadi kali kedua mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah konferensi IAWP. Sebelumnya, Indonesia menjadi tuan rumah konferensi ke-58 di Labuan Bajo pada 2021 dengan tema Women at the Centerstage of Policing.
“Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia untuk kembali dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi IAWP untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya digelar di Labuan Bajo pada 2021,” kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu (20/9/2026).
Sigit mengatakan, forum internasional tersebut membahas berbagai tantangan kepolisian modern, mulai dari kepemimpinan perempuan, perdagangan orang, kekerasan berbasis teknologi, hingga kontra-terorisme dan kejahatan transnasional.
Delegasi konferensi berasal dari berbagai kawasan dunia. Selain 164 peserta dari Indonesia, terdapat 48 peserta dari Tanzania, 36 dari Kanada, 19 dari Amerika Serikat, 18 dari Inggris, 16 dari Australia, dan 14 dari Korea Selatan. Delegasi lainnya berasal dari puluhan negara.
Sejumlah tokoh kepolisian internasional turut hadir dalam konferensi tersebut, di antaranya Presiden IAWP Julia Jaeger, Commissioner of the Australian Federal Police Krissy Barrett, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina Kateryna Pavlichenko.
Konferensi yang berlangsung selama lima hari tersebut tidak hanya membahas representasi dan kepemimpinan perempuan di institusi kepolisian. Agenda pelatihan juga diarahkan untuk membahas berbagai persoalan konkret yang dihadapi kepolisian di berbagai negara.
Sejumlah topik yang dibahas meliputi kepemimpinan perempuan, investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, perdagangan orang, kontra-terorisme, kekerasan berbasis teknologi, transformasi teknologi kepolisian, hingga kejahatan transnasional terorganisasi.
Kapolri menilai kerja sama internasional semakin penting seiring berkembangnya modus kejahatan yang melintasi batas negara dan memanfaatkan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Karena itu, IAWP 2026 diharapkan menjadi ruang bagi polisi perempuan dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman dan praktik terbaik, sekaligus membangun jejaring serta kerja sama internasional yang berkelanjutan.
“Bersama, kita memberdayakan perempuan. Bersama, kita memperkuat kepolisian. Bersama, kita menjaga perdamaian. Dan bersama, kita memimpin perubahan global,” tutur Kapolri.
Editor : Ahmad Sayuti

