5 Fakta Perusakan Tanaman Teh di Pangalengan: Petugas Babak Belur dan Mobil Diadang

Simak 5 fakta perusakan tanaman teh di Pangalengan, petugas babak belur hingga mobil diadang.

5 Fakta Perusakan Tanaman Teh di Pangalengan: Petugas Babak Belur dan Mobil Diadang
5 Fakta Perusakan Tanaman Teh di Pangalengan: Petugas Babak Belur dan Mobil Diadang

INILAHKORAN.ID - Aksi dugaan perusakan tanaman teh produktif milik PTPN I Regional 2 di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, berujung pada bentrokan dan kericuhan. 

Insiden yang berlangsung sejak awal pekan ini menyebabkan ribuan pohon teh rusak, kendaraan operasional perkebunan dihancurkan, hingga salah seorang petugas perkebunan mengalami luka memar akibat dugaan penganiayaan.

​Berikut adalah rincian fakta kronologis insiden yang dihimpun dari pihak manajemen perkebunan:

1. ​Aksi Pertama Senin, 26 Oktober 2026

Sekitar 17 orang terduga pelaku memasuki Blok Cijeumpe 2 dan merusak sekitar 5.000 tanaman teh produktif di lahan seluas 0,4 hektare. Pihak perkebunan sempat melakukan upaya dialogis secara persuasif agar kelompok tersebut menghentikan aksinya dan meninggalkan lokasi.

2. ​Aksi Susulan dan Penangkapan Rabu, 28 Oktober 2026

Perusakan kembali berulang di lokasi yang sama. Sebanyak 25 orang terduga pelaku masuk ke area kebun menggunakan gergaji. Tim keamanan perkebunan yang bergerak cepat berhasil mengamankan 9 orang terduga pelaku, sementara sisanya melarikan diri dari lokasi kejadian.

3. ​Penghadangan Massa dan Penghancuran Kendaraan

Saat 9 terduga pelaku hendak dibawa menuju Polsek Pangalengan, kendaraan petugas dicegat oleh sekitar 200 orang massa yang mengatasnamakan Aliansi Petani Pangalengan (APP) di titik sekitar 6 kilometer dari lokasi kebun. Massa menggembosi ban, merusak kendaraan, dan menuntut pelepasan para terduga pelaku hingga akhirnya ke-9 orang tersebut berhasil melarikan diri di tengah kekacauan.

4. ​Penganiayaan Petugas Perkebunan

Kericuhan tersebut berlanjut pada tindakan fisik terhadap Asisten Afdeling Kertamanah, Sadida. Sadida mengalami luka memar di wajah dan tubuh akibat pemukulan, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi ke Mapolsek Pangalengan untuk mendapatkan perlindungan.

​5. Tindakan Perlawan Bentuk Pembelaan Diri

Hingga Rabu malam, situasi di sekitar Polsek Pangalengan dilaporkan masih memanas dan belum sepenuhnya kondusif akibat kerumunan massa di depan markas kepolisian. Pihak perkebunan menegaskan bahwa tindakan perlawanan yang sempat terjadi di lapangan merupakan bentuk pembelaan diri atas serangan terhadap petugas.

​Hingga berita ini diturunkan, penanganan hukum dan penyelidikan lebih lanjut masih menunggu proses serta keterangan resmi dari pihak Kepolisian Sektor Pangalengan maupun jajaran Polres Bandung.


Editor : Firda Rachmawati