8 Terapi dan Obat Tradisional Tiongkok Ampuh Atasi Flu Musiman

Temukan 8 cara pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) terbaik mulai dari ramuan herbal hingga akupunktur untuk meredakan flu dan pilek secara alami dan cepat.

8 Terapi dan Obat Tradisional Tiongkok Ampuh Atasi Flu Musiman
8 Terapi dan Obat Tradisional Tiongkok Ampuh Atasi Flu Musiman

INILAHKORAN.ID - Memasuki musim hujan atau perubahan cuaca yang ekstrem, risiko kita untuk terkena flu dan pilek akan meningkat tajam. 

Meskipun belum ada obat medis yang bisa menyembuhkan flu secara instan, Anda tidak harus pasrah menunggu hingga 10 hari sampai gejala mereda.

​Salah satu cara yang terbukti bertahan melintasi zaman untuk mempercepat pemulihan dan memperkuat daya tahan tubuh adalah melalui Pengobatan Tradisional Tiongkok atau Traditional Chinese Medicine (TCM).

Apa itu Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM)?

​TCM adalah sistem pengobatan tradisional dari Tiongkok yang memadukan berbagai praktik komprehensif, mulai dari terapi herbal, pengaturan pola makan, akupunktur, bekam, hingga pijat (tuina). Filosofi utamanya berakar pada keseimbangan:

​Qi: Energi vital yang memandu proses fisik dan mental.

​Yin dan Yang: Energi kehidupan yang saling berlawanan namun melengkapi.

​Wu Xing: Teori lima elemen alam.

​Dalam pandangan pengobatan Barat, bersin dan demam dilabeli secara seragam sebagai "flu atau pilek". Namun, praktisi TCM melihatnya sebagai kasus yang sangat individual. Mereka akan menyesuaikan perawatan berdasarkan apakah pasien didominasi oleh unsur 'panas', 'dingin', atau bahkan 'lembap'.

​Berikut adalah 8 pendekatan dari TCM—mulai dari herbal hingga terapi fisik—yang bisa membantu Anda melawan flu musiman.

​4 Ramuan Herbal Andalan TCM

​Praktisi TCM menggunakan ramuan spesifik untuk memperkuat konstitusi tubuh pasien. Selalu konsultasikan dengan ahli TCM bersertifikat sebelum rutin mengonsumsi ramuan ini, karena takarannya harus disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda.

​1. Bubuk Jade Windscreen (Yu Ping Feng San)

Campuran herbal klasik ini telah digunakan sejak zaman dinasti kuno Tiongkok. Terdiri dari akar astragalus, rimpang atractylodes, dan akar siler. Fungsinya berfokus pada pertahanan: membentengi sistem kekebalan tubuh dan menjaga tubuh dari infeksi virus serta bakteri.

​2. Rempah Penghangat (Jahe, Kunyit, dan Kayu Manis)

Tujuan utama saat Anda terserang flu adalah "mengeluarkan" penyakit dengan cara berkeringat. Anda bisa meracik teh penghangat dari dapur sendiri:

​Jahe: Bersifat antivirus, antibakteri, dan meredakan mual.

​Kunyit: Kaya antioksidan dan agen anti-inflamasi (bisa dicampur ke dalam kaldu tulang).

​Kayu Manis: Melawan infeksi bakteri dan jamur. Seduh bersama jahe dan kurma merah Tiongkok (jujube) untuk hasil maksimal.

​3. Gui Zhi Tang

Formula ini sangat disarankan untuk flu yang disertai gejala kedinginan (menggigil), pegal-pegal, hidung meler bening, dan sedikit berkeringat. Terbuat dari campuran kayu manis, akar peony putih, jahe segar, kurma merah Tiongkok, akar licorice, dan madu. Ramuan ini bertindak sebagai dekongestan alami yang melegakan.

​4. Yin Qiao San

Jika flu Anda lebih condong ke demam ringan, sakit tenggorokan, dan rasa haus, Yin Qiao San adalah jawabannya. Berisi bunga honeysuckle, daun peppermint, forsythia, hingga daun bambu. Honeysuckle dan forsythia secara khusus memiliki sifat antivirus yang sangat kuat untuk melawan radang tenggorokan.

4 Terapi Fisik TCM yang Mempercepat Pemulihan

​TCM sangat menekankan pada keseimbangan holistik, sehingga mengombinasikan obat herbal dengan terapi fisik seringkali memberikan hasil yang jauh lebih optimal.

​5. Gua Sha (Kerokan ala Tiongkok)

Gua sha melibatkan teknik mengikis atau mengerok kulit dengan alat tumpul setelah mengoleskan minyak urut. Melakukan Gua sha di area dada dan punggung atas terbukti sangat efektif untuk memecah penumpukan dahak di paru-paru, melancarkan sirkulasi di area yang sakit, dan merangsang peningkatan sel darah putih.

​6. Akupunktur

Dengan menusukkan jarum yang sangat tipis pada titik-titik meridian spesifik, akupunktur dapat meredakan peradangan akibat virus flu. Terapi ini juga membantu memodulasi rasa sakit (seperti sakit kepala dan pegal linu) serta menstimulasi sistem imun.

​7. Bekam (Cupping)

TCM menggunakan bekam untuk menciptakan daya hisap yang menarik aliran darah segar ke area tertentu, biasanya di punggung. Mengombinasikan bekam dengan Gua sha di punggung atas sangat efektif membersihkan hidung tersumbat, meredakan nyeri dada, dan mengurangi ketidaknyamanan saat bernapas.

​8. Moksa (Moxibustion)

Terapi ini melibatkan pembakaran moxa (kerucut yang terbuat dari daun mugwort yang digiling) di dekat permukaan kulit atau di atas jarum akupunktur. Penelitian menunjukkan bahwa terapi kehangatan dari moksa dapat meningkatkan produksi sel darah putih dan memperkuat imunitas tubuh secara keseluruhan.


Editor : Firda Rachmawati