907 Paket Pembangunan Kota Tasikmalaya 2025 Diresmikan, Pemkot Fokus Ukur Dampaknya
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfaritsi meresmikan 907 paket pembanguan 2025
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya meresmikan hasil pembangunan tahun anggaran 2025 yang tersebar di 10 kecamatan.
Sebanyak 907 paket pekerjaan direalisasikan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan publik hingga pembangunan infrastruktur. Peresmian hasil pembangunan tersebut digelar di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Rabu (23/9/2026).
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, 907 paket pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pembangunan yang telah direalisasikan pada 2025 dan baru diresmikan pada 2026.
"Hari ini acara seremonial hasil pembangunan 2025 di Kota Tasikmalaya, telah dilakukan 907 paket pekerjaan di 10 kecamatan," kata Viman.
Menurutnya, pembangunan tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hingga infrastruktur seperti jalan, kantor kelurahan dan sekolah.
Namun, Viman menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari banyaknya proyek yang diselesaikan. Pemeliharaan hasil pembangunan menjadi hal penting agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
"Memang harapannya 907 paket pekerjaan ini, di 2026 yang diresmikan hasil dari 2025 itu yang paling penting adalah pemeliharaan dari hasil pembangunannya," ujarnya.
Ia menyebut, pembangunan yang terpelihara diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk mendukung peningkatan sumber daya manusia.
"Ketika bisa dipelihara, tentunya nanti sumber daya manusianya pun bisa berkembang dan bermanfaat," katanya.
Viman menjelaskan, pembangunan 2025 juga menjadi bagian dari tahap awal kepemimpinannya untuk periode 2025-2029. Pemerintah daerah kemudian melakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana pembangunan tersebut memberikan dampak terhadap masyarakat.
"Pembangunan ini adalah take off kepemimpinan saya di 2025-2029. Hasil evaluasi, apakah ini berdampak atau tidak, nanti kita akan lihat di pembangunan 2026," ujarnya.
Memasuki 2026, Pemkot Tasikmalaya mengarahkan perhatian lebih besar pada penataan tata kelola pemerintahan dan sumber daya manusia. Sementara pembangunan infrastruktur tetap berjalan, namun dilakukan dengan skala prioritas sesuai kebutuhan.
"2026 ini kita lebih ke arah penata kelolaan pemerintahan, penata kelola sumber daya manusia, dan memang mungkin terjadi pembangunan infrastruktur yang ibaratnya reprioritas," kata Viman.
Menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan ke depan bukan hanya terlihat secara fisik. Dampak langsung terhadap persoalan masyarakat menjadi salah satu indikator yang akan diperhatikan.
"Kita membangun apakah sudah bisa menyelesaikan banjir di Tasikmalaya? Membangun dengan 907 paket ini, apakah itu juga bisa memudahkan akses pendidikan di Kota Tasikmalaya? Itu kan yang lebih terasa," katanya.
Ia menambahkan, persoalan kebencanaan dan akses pendidikan menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan 2026.
"Apakah banjir nanti akan terselesaikan, apakah tadi akses pendidikan akan lebih baik di sana? Nah, itu yang menjadi fokus di 2026," ujarnya.
Viman mengatakan, hasil pembangunan 2025 dan evaluasi pembangunan 2026 nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan pembangunan 2027.
"Pematangan dan hasil dari apa yang dilakukan di 2025, 2026 ini, itu yang akan dijadikan referensi bagi kita untuk perencanaan yang lebih baik di 2027," katanya.
Ia juga menyebut pembangunan tetap perlu disyukuri di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. Pembangunan ke depan diarahkan agar semakin menyasar Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.
Editor : Ahmad Sayuti

