Abaikan Kelahiran 1919, Viking Rayakan Ultah Persib yang Lahir Pada 1933

Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar mengatakan rangkaian ultah Persib 1933 ini sebenarnya sudah dilakukan sejak malam kemarin. 

Abaikan Kelahiran 1919, Viking Rayakan Ultah Persib yang Lahir Pada 1933
Abaikan Kelahiran 1919, Viking Rayakan Ultah Persib yang Lahir Pada 1933

INILAHKORAN, Bandung - Abaikan kelahiran 1919, Viking Persib Club (VPC) rayakan ultah Persib Bandung yang lahir pada 14 Maret 1933. Bahkan beberapa rangkaian akan dilakukan hari ini. 

Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar mengatakan rangkaian ultah Persib 1933 ini sebenarnya sudah dilakukan sejak malam kemarin. 

“Kemarin malam ngumpul di Gurame (Sekretariat Viking Persib Club) jam 12. Terus dilanjut hari ini,” kata Tobias, 14 Maret 2025.

Tobi-sapaan akrabnya membeberkan acara ultah Persib ke-92 tahun ini akan dilakukan dengan berbagi takjil dan tumpeng serta doa bersama. 

“Lanjut hari minggu diskusi mengenai Hari Jadi Persib yang Insya Allah dihadiri juga perwakilan dari PT PBB dan peneliti dan ada santunan anak yatim,” bebernya. 

Tobi menjelaskan perayaan ini merupakan sebuah bentuk rasa syukur Viking terhadap Persib Bandung. Bukan hanya prestasi, tapi karena pihaknya sudah terbiasa merayakan ultah tim kebanggaannya ini yang lahir pada 14 Maret 1933.

“Alhamdulillah Persib di usia sekarang dan terlepas dari adanya kontroversi mengenai hari lahir Persib tapi kan kita sudah terbiasa merayakan di 14 maret 1933 jadi lebih ke bentuk rasa syukur kita terhadap tim kebanggaan kita di hari itu,mewujudkan rasa syukur nya dengan berbagi dengan sesama, dengan anak yatim dan orang orang sekitar,” jelasnya.

Diketahui, Hari Jadi Persib Bandung selama ini menimbulkan polemik setelah PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), mengubahnya. Semula 14 Maret 1933 menjadi 5 Januari 1919.

Perubahan Hari Jadi itu ditetapkan setelah tim peneliti yang diketuai Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad), Prof. Kunto Sofianto, Ph.D melakukan riset bersama anggotanya yang terdiri dari Dr. Miftahul Falah M.Hum, Budi Gustaman Sunarya, M.A, Iqbal Reza Satria, S.H., M.I.P. dan Muhammad Ridha Taufiq Rahman, S.IP., MA.

Menurutnya, jika Persib merupakan salah satu dari tujuh perserikatan (bond) pendiri PSSI pada 19 April 1930, maka tim Maung Bandung ini seharusnya harus lahir terlebih dulu.

Lalu 5 Januari 1919 ditetapkan karena adanya momen kesepakatan dalam vergadering (rapat) 13 klub pribumi seperti KBS, BB (Bintang Bandoeng), STER (Steeds trappen en rennen), Diana (Doe is alles niet achteruit), Zwaluw, BIVC, BVC, KVC, VVC, Visser, NVC, Brom dan Pasar Ketjil untuk mendirikan sebuah bond atau perserikatan bernama Bandoengsch Inlansch Voetbal Bond (BIVB). Fakta tersebut ditemukan dalam pemberitaan surat kabar Kaoem Moeda edisi 7 Januari 1919.(Muhammad Ginanjar)


Editor : Firda Rachmawati