Adakah Mantan Kepala Daerah di Kabinet Jokowi?
Presiden Joko Widodo telah buka-bukaan terkait kriteria anggota kabinet yang bakal mendampingi guna menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan. Di antaranya, yaitu terampil serta cekatan juga berusia muda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Presiden Joko Widodo telah buka-bukaan terkait kriteria anggota kabinet yang bakal mendampingi guna menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan. Di antaranya, yaitu terampil serta cekatan juga berusia muda.
Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, secara realistis usia muda yang diserukan tersebut berbatas pada usia 55 tahun. Mengingat kematangan kader partai umumya berada di usia 50 tahun
"Usia yang muda tidak berarti mereka yang hanya berkutat di usia 40 tahun ke bawah, tapi juga bisa bermakna mereka yang berusia 55 tahun ke bawah," ujar Rangkuti via sambungan telepon, Senin (8/7).
Menurut dia, situasi ini berhubungan dengan efek dari gagalnya pembangunan politik di era orde baru. Akibatnya kemandegan regenerasi yang mengakibatkan kematangan dalam politik selalu terlihat di atas 50 tahun.
Kendati demikian, dia sampaikan, keinginan Jokowi menempatkan kabinet muda usia muda 40 tahun masih dapat diwujudkan pada posis kursi kabinet professional murni.
"Di posisi ini, pak Jokowi dapat menempatkan siapapun yang terbaik untuk duduk di kursi kabinet," imbuh dia.
Selain usia muda, Jokowi pun menyerukan kriteria lainnya untuk calon anggota kabinet Indonesia Kerja. Di mana harus terampil dan cekatan dalam manejemen serta melaksanakan program juga mampu menerjemahkan visi dan misi presiden.
Makna terampil dan cekatan dalam mengeksekusi program Jokowi, menurut dia, artinya memiliki rekam jejak pekerja yang brilian. Har tersebut dapat ditemukan dari kaum professional yang secara langsung ataupun tidak dapat ditilik rekam jejaknya dari karya-karya sebelumnya.
"Khususnya mereka yang sudah terbiasa bekerja membantu Pak Jokowi pada masa kerja sebelumnya. Baik yang dikabinet, maupun mereka yang berada dalam posisi lain tetapi dalam bingkai membantu kinerja pak Jokowi," katanya.
Bilamana dikaitkan dengan wakil partai, dia katakan, kriteria tersebut dapat ditandai dengan cepat jika merujuk pada kader partai yang sukses di pemerintahan sebelumnya. Khususnya mereka yang sudah terlibat dalam kabinet 2014-2019 serta mantan atau kepala daerah yang sukses dalam mengelola daerahnya masing-masing.
Sukses kepemimpinan kepala daerah itu tidak dapat dilepaskan dari fakta bahwa mereka memiliki perpaduan kemampuan menejerial dan eksekutorial.
"Dan karena itu, sangat beralasan mereka didorong partai serta dipertimbangkan oleh Pak Jokowi untuk dilibatkan dalam kabinet berikut," katanya.
Sementara sarat ketiga, yakni kemampuan menerjemahkan visi-misi, menurut dia, tak dapat dilepaskan dari sarat pertama dan kedua. Yaitu mereka yang memang memiliki sensitivitas bacaan terhadap kemauan dan arahan pak Jokowi.
"Sengan begitu, tiga sarat dimaksudkan di atas dapat disinkronkan dengan kondisi nyata antara keinginan pribadi pak Jokowi dan fakta bahwa beliau didukung oleh banyak partai dalam koalisi 01," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Bsafaat

