Agar Kembali Diterima Masyarakat, Pemkab Cirebon Bakal Berdayakan Mantan Napi Teroris

Bupati Cirebon Imron menyebutkan, pemerintahan daerah bakal memberdayakan mantan narapidana terorisme agar orang itu diterima masyarakat.

Agar Kembali Diterima Masyarakat, Pemkab Cirebon Bakal Berdayakan Mantan Napi Teroris
Bupati Cirebon Imron

INILAHKORAN, Cirebon - Bupati Cirebon Imron menyebutkan, pemerintahan daerah bakal memberdayakan mantan narapidana terorisme. Hal tersebut dilakukan agar orang itu bisa kembali diterima masyarakat lainnya.

Menurut Imron, Polres Cirebon saat ini membantu mantan napi teroris untuk berusaha budidaya ikan air tawar. Lokasi budidaya tersebut berada di Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

"Program itu sangat bagus, supaya mantan napi terorisme itu bisa kembali diterima masyarakat," kata Imron, Minggu 7 November 2021.

Baca Juga: Dinkes Cirebon Bakal Usut Kasus Penahanan Jenazah di RS Mitra Plumbon

Meskipun begitu, lanjut Imron, pola pemberdayaan untuk mantan napi teroris tersebut belum maksimal dan perlu ada program berkelanjutan. Dia mencontohkan, kalau budidaya ikan itu panennya setiap dua bulan sekali. Justru waktu menunggu panen itu mereka tidak ada aktivitas.

"Upaya penanganan terorisme dan radikalisme tidak bisa dilakukan hanya dengan cara penindakan saja. Upaya pasca penahanan perlu dilakukan, sehingga tidak melakukan kembali kejahatan tersebut," ungkap Imron.

Saat ini, di mata Imron kondisi toleransi antarumat beragama di Kabupaten Cirebon tidak perlu diragukan. Konflik masyarakat antaragama tidak pernah terjadi karena mengedepankan kerukunan.

Baca Juga: Soal Wacana Kenaikan Upah Buruh 2022, Disnaker Kab Cirebon Masih Belum Ada Bayangan

Melalui dinas terkait, Pemkab Cirebon mendorong pemerintah provinsi hingga pusat memberikan anggaran lebih untuk program pemberdayaan bagi masyarakat yang pernah menjadi napi teroris.

"Saya yakin, mantan napi teroris sudah sadar dan sudah memiliki kecintaan terhadap NKRI. Perlu ada perhatian khusus dari pemerintah, supaya lebih maksimal," jelasnya.

Hal itu diakuinya sesuai dengan apa yang dikatakan Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Umum. Menurut mereka, Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah yang tidak mudah untuk disusupi paham radikalisme.

Baca Juga: Kesalahan Administrasi, KASN Kembalikan Surat Permohonan Open Bidding

"Pak Ihsan sempat bilang ke saya, kabupaten cirebon merupakan basis pesantren dan kecintaan terhadap NKRI sangat tinggi. Alhasil, di sini jarang terjadi konflik agama. Ini artinya, kerukunan agamanya cukup baik," papar Imron.

Imron menambahkan, terorisme, memang selalu ada dan negara harus hadir. Untuk itu, mau tidak mau penanganan masalah terorisme harus dianggarkan sesuai dengan kebutuhannya.***(maman suharman)


Editor : inilahkoran