Aher Balas Pujian hingga Candaan Dedi Mulyadi Soal Ibu PKK, Didoakan Segera Dapat Pendamping
Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), memberikan tanggapan atas pujian yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), memberikan tanggapan atas pujian yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Menanggapi pernyataan itu, Aher kemudian memberikan respons melalui unggahan di Instagram pribadinya.
"Salam baktos kang @dedimulyadi71. Pembangunan itu menghadirkan 5 penjagaan, Menjaga agama, jiwa, akal, kehormatan, sumber daya (Maqoshid Syari’ah). InsyaAllah, visi pembangunan Jawa Barat sudah sejalan dan dilanjutkan," tulis Aher.
Tak hanya soal pembangunan, Aher juga menanggapi candaan Dedi Mulyadi terkait ketiadaan ibu PKK. Dengan nada ringan, ia mendoakan agar Dedi segera menemukan pendamping.
"Semoga segera menemukan sosok terbaik untuk mengisi PKK ya kang. Doa dari mantan, kepada yang sedang bertugas!" tambahnya.
Sebagai informasi, pujian itu muncul saat Dedi menghadiri Musyawarah Wilayah (Musywil) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Minggu, 24 Agustus 2025.
Dalam acara tersebut, Dedi Mulyadi menilai Aher telah meletakkan fondasi penting bagi pembangunan Jawa Barat ketika menjabat dua periode, 2008–2018. Bahkan, ia menyebut Aher banyak membangun sekolah hingga rumah sakit.
"Teh Netty salam buat kang aher, kang aher ini gubernur dua periode yang banyak meletakkan kerangka dasar kebutuhan dasar publik, saya mengakui itu," kata Dedi Mulyadi di hadapan Netty Prasetiyani, istri Aher.
Selain itu, Dedi juga mengingat kiprah Netty Heryawan yang aktif dalam kegiatan posyandu. Namun, ia berseloroh bahwa saat ini tidak ada ibu PKK yang mendampinginya, sebab dirinya masih menduda.
"saya ingat betul ada acara di Bojong, pembinaan keluarga berencana. Ibu tuh paling aktif di posyandu. Cuman hari ini mohon maaf hari ini PKKnya tidak ada bu. Mudah-mudahan aja di PKS dapet gitu loh," tutur Dedi Mulyadi.
Editor : Firda Rachmawati

