Aher Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Tengah Tantangan Bangsa

Ahmad Heryawan mengajak masyarakat menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum evaluasi bangsa, memperkuat persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.

Aher Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Tengah Tantangan Bangsa
Ahmad Heryawan mengajak masyarakat menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum evaluasi bangsa, memperkuat persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. (Dok PKS)

INILAHKORAN.ID – Persoalan bangsa yang terus berulang menjadi alasan penting untuk kembali menengok Pancasila sebagai pedoman bersama. 

Bagi anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Ahmad Heryawan, Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi momentum evaluasi terhadap sejauh mana nilai-nilai dasar bangsa telah diwujudkan dalam kehidupan bernegara.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Aher itu, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol, slogan, atau seremoni tahunan semata. 

Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus tercermin dalam kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, kehidupan sosial, ekonomi, hingga praktik demokrasi.

Aher mengajak masyarakat menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum refleksi untuk menilai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita perlu bertanya secara jujur, sudahkah keadilan sosial, persatuan, dan demokrasi benar-benar terwujud?” ujarnya.

Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode itu menilai Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Mulai dari ketimpangan ekonomi, polarisasi sosial-politik, degradasi moral, korupsi, hingga disrupsi teknologi yang mengubah tatanan kehidupan masyarakat dengan sangat cepat.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai kompas kebangsaan yang menjaga arah pembangunan nasional agar tetap berpihak kepada rakyat dan sejalan dengan cita-cita kemerdekaan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri. Introspeksi bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kedewasaan sebuah bangsa," kata Aher

Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI itu mengatakan, Pancasila mengajarkan untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persatuan, serta menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Aher juga menyoroti pentingnya keteladanan para pemimpin dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, masyarakat membutuhkan contoh nyata berupa integritas, kejujuran, keberpihakan kepada kepentingan publik, serta komitmen terhadap penegakan hukum yang adil.

“Pancasila akan hidup apabila para pemimpin memberikan teladan. Sebaliknya, Pancasila akan kehilangan makna apabila hanya menjadi retorika tanpa implementasi dalam tindakan dan kebijakan,” ujarnya.

Selain peran pemimpin, Aher menilai generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

Dia berharap peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 dapat menjadi momentum kebangkitan nasional untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas demokrasi, serta menghadirkan pembangunan yang lebih berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Generasi muda Indonesia harus menjadi generasi yang modern, unggul, dan kompetitif, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila. Kemajuan teknologi harus memperkuat karakter kebangsaan, bukan justru mengikis identitas nasional,” katanya.

Menurut Aher, Pancasila merupakan warisan luhur sekaligus amanah besar yang harus terus dijaga oleh seluruh anak bangsa. 

Karena itu, dia mengajak masyarakat menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum evaluasi, introspeksi, dan penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, bermartabat, dan sejahtera.

“Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum evaluasi, introspeksi, dan penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, bermartabat, dan sejahtera,” pungkasnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur