Aher Kenang Danny Setiawan, Senior yang Membuka Jalan Kepemimpinan di Jawa Barat
Wafatnya mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan meninggalkan duka bagi banyak kalangan, termasuk Ahmad Heryawan (Aher) yang melanjutkan estafet kepemimpinan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wafatnya mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan meninggalkan duka bagi banyak kalangan, termasuk Ahmad Heryawan (Aher), sosok yang melanjutkan estafet kepemimpinan Jawa Barat setelah masa jabatan Danny berakhir pada 2008.
Bagi Aher, Danny Setiawan bukan sekadar pendahulu dalam pemerintahan, melainkan figur senior yang memiliki peran penting dalam perjalanan kepemimpinannya selama dua periode memimpin Jawa Barat pada 2008-2018.
Saat melayat ke rumah duka di Jalan Anggrek, Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026), Aher mengaku sangat kehilangan atas kepergian mantan gubernur yang dikenal dekat dengan berbagai lapisan masyarakat tersebut.
"Inna lillahi wa inna ilahi rajiun. Tentu saja dan keluarga merasa kehilangan luar biasa atas kepergian pak Danny Setiawan," ujar Aher.
Menurutnya, Danny Setiawan meninggalkan jejak pengabdian yang kuat selama memimpin Jawa Barat pada periode 2003-2008. Sosoknya dikenal hangat, mudah bergaul, dan mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga organisasi kemasyarakatan.
"Almarhum sosok yang dikenal oleh masyarakat Jawa Barat pernah memimpin Jawa Barat, menjadi Gubernur dengan sangat baik, ya, berprestasi, dikenang ramah pada masyarakat. Saya kira masyarakat mengenang keramahannya ya. Dekat dengan tokoh-tokoh, dekat para ulama, dekat dengan ormas, dekat dengan pesantren. Itu lah sosok beliau," ucapnya.
Aher menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak pernah lahir dari satu pemimpin semata. Ia memandang kepemimpinannya sebagai kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun para gubernur sebelumnya, termasuk Danny Setiawan.
Seba itu, ia menaruh rasa hormat yang besar kepada para pendahulunya yang telah mewarnai perjalanan pemerintahan Jawa Barat.
"Jadi kami menganggap sebagai pendahulu. Tidak pernah ada saya tanpa dia, tanpa ada gubernur-gubernur sebelumnya. Begitulah seorang junior menghormati para senior," katanya.
Di antara banyak kenangan yang tersimpan, Aher mengaku paling mengingat momen pada hari pelaksanaan Pilkada Jawa Barat 2008. Saat hasil hitung cepat menunjukkan dirinya unggul, sosok pertama yang ingin ditemuinya justru Danny Setiawan.
"Yang paling ingat banget. Di hari di mana saya dinyatakan oleh quick count ya tanggal 13 April 2008. Kemudian quick count menang," ucapnya.
Ia kemudian mendatangi Danny Setiawan pada malam hari, setelah hasil hitung cepat diumumkan.
"Yang terpikir setelah itu adalah segera mengunjungi Pak Danny Setiawan. Jadi 13 pagi sampai siang pemilu, Pilkada, penghitungan suara, kemudian sore Kompas menyatakan saya dalam quick count menang, kemudian malam hari saya makan bersama dengan Pak Danny Setiawan," kenang Aher.
Bagi Aher, peristiwa tersebut menjadi simbol kedewasaan politik sekaligus hubungan hangat yang tetap terjalin meski keduanya sempat berada dalam kontestasi politik.
"Banyak peristiwa dengan beliau ya, tapi peristiwa itu yang paling indah ya. Bayangkan ya habis berkompetisi kemudian begitu akurnya gitu, saya dengan Pak Danny Setiawan waktu itu, ya," tuturnya.
Editor : Doni Ramdhani

