Ahh...Si Cinta Ternyata Juga Sudah Tahu Lama Kasus Guru Cabul Pesantren Bandung, Minta Dihukum Berat

Atalia Praratya meminta agar HW pelaku kekersan seksual kepada belasan santriwati di Bandung dihukum berat.

Ahh...Si Cinta Ternyata Juga Sudah Tahu Lama Kasus Guru Cabul Pesantren Bandung, Minta Dihukum Berat
Bunda Literasi Provinsi Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil saat menghadiri dan mendeklarasikan Pelajar Tolak Radikalisme dan Hoaks dalam acara Anniversary of Forum OSIS Jawa Barat. (Dok Humas Pemprov Jabar)

INILAHKORAN, Bandung - Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Jawa Barat, si Cinta Atalia Praratya mengatakan telah memberikan dukungan moral dan psikologis kepada korban kekerasan seksual yang dilakukan HW yang juga pemilik salah satu pesantren di Cibiru, Bandung.  

Atalia Praratya yang kadang kerap disapa si Cinta itu mengaku sudah mengetahui kejadian tersebut sejak Mei 2020, bahkan dia sempat turun langsung mendatangi keluarga korban kekersan seksual oleh guru ngaji HW yang juga pemilik pesantren di Cibiru itu.

Atalia Praratya pun meminta penegak hukum agar menghukum berat HW. Sebab, menurut si Cinta, perbuatannya sangat tidak manusiawi,dan mencoreng dunia pendidikan.

Baca Juga: Atalia Sambangi Rumah Keluarga Sarah, Kasus KDRT Ibarat Gunung Es

"Saya dengan P2TP2A sudah mengetahui kejadian ini sejak Mei lalu. Bahkan saya datang sendiri memberi semangat, ngobrol langsung dengan para korban. Saat itu, ada 20-an orang yang ada di rumah aman kami," kata  Atalia Praratya, Kamis 9 Desember 2021.

Secara pribadi, dia menginginkan pelaku kekerasan seksual terhadap belasan santri di Bandung mendapat hukuman berat. Sebab, tindakan tersebut sangat tidak manusiawi dan mencoreng lembaga pendidikan di Jawa Barat.

"Ini bejat sekali ya. Dia harus diberi hukuman berat agar jadi contoh bagi siapapun," katanya.

Baca Juga: Hari Ikan Nasional, Atalia Apresiasi Seblak dan Ranginang Ikan Produk UMKM

Atalia Praratya memastikan, sejak kasus terungkap, Pemprov Jabar sudah memberikan pendampingan maksimal bagi para korban.

"Semua sudah mendapat penanganan dari tim kita dan Pemda setempat. Mereka sedang trauma healing," kata Atalia.

Dengan adanya kasus tersebut, Atalia berharap para orangtua bisa lebih teliti dalam memilih sekolah dan memberikan edukasi tentang pelecehan dan kekerasan seksual.

Baca Juga: Jusuf Kalla Lantik Atalia Praratya Jadi Dewan Kehormatan PMI Jawa Barat

"Bayangkan, orangtua menyekolahkan anaknya dengan harapan anaknya mendapat pendidikan yang baik. Orangtua harus jeli memilih sekolah juga, kalau pesantren tidak boleh ada lintas gender di ruang privat. Karena katanya pelaku punya akses sendiri ke kamar korban. Jadi harus dipantau," jelasnya. ***  (Rianto Nurdiansyah)


Editor : inilahkoran