Akselerasi Wisata Religi, Disparbud Jabar Lirik Potensi di Cirebon Raya
Lonjakan spektakuler kunjungan ke Masjid Raya Al Jabbar selama libur Idulfitri 2026 menjadi titik balik arah pariwisata Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Lonjakan spektakuler kunjungan ke Masjid Raya Al Jabbar selama libur Idulfitri 2026 menjadi titik balik arah pariwisata Jabar.
Sektor wisata religi kini tampil sebagai magnet baru, menggeser dominasi destinasi pantai yang selama ini identik dengan musim liburan di Jabar.
Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar mencatat, sekitar 300 ribu wisatawan memadati kawasan Masjid Al Jabbar sepanjang 17-25 Maret 2026.
Angka itu melampaui capaian Pantai Pangandaran yang menyentuh 263 ribu pengunjung, serta Pantai Batu Karas dengan 99 ribu kunjungan.
Meski demikian, tingginya trafik wisata religi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Iendra Sofyan mengatakan, fenomena itu akan dijadikan pijakan untuk mempercepat pengembangan wisata religi, terutama di kawasan Cirebon Raya yang memiliki akar sejarah Islam kuat.
"Karena secara sejarahnya, menjadi salah satu kerajaan Islam. Ini yang kita dorong, kita kembangkan teutama di wilayah Cirebon. Tapi juga tidak menutup daerah lain juga," ujar Iendra, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, penguatan wisata religi muslim tidak hanya berbasis destinasi, tetapi juga harus ditopang oleh ekosistem pendukung seperti fasilitas ibadah yang representatif, ketersediaan kuliner halal, hingga kenyamanan layanan bagi wisatawan.
Sisi lain, Disparbud Jabar juga berupaya menjaga konsistensi posisi Jawa Barat dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), setelah sebelumnya menempati peringkat pertama secara nasional.
"Penilaian karakteristiknya, di destinasi wisata ada tempat solat, makanan halal dan sebagainya," ucapnya.
Dengan strategi tersebut, Pemprov Jabar berharap tren wisata religi tidak sekadar menjadi fenomena musiman, melainkan berkembang menjadi kekuatan baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih inklusif dan berkelanjutan, khususnya di kawasan Cirebon Raya sebagai poros wisata muslim masa depan.
Caranya, dengan mengimplementasikan empat konsep dasar pariwisata yakni Attraction, Amenity, Accessibility, dan Ancillary (4A).
Editor : Doni Ramdhani

