Akses Geopark Ciletuh, Pelabuhan Palampang Segera Dibangun

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) Jawa Barat sedang mempersiapkan pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Pelabuhan Palangpang, Sukabumi. Ditargetkan pada 2021 nanti dapat beroperasi, khususnya sebagai aksesbilitas menuju Geopark Ciletuh. 

Akses Geopark Ciletuh, Pelabuhan Palampang Segera Dibangun
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) Jawa Barat sedang mempersiapkan pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Pelabuhan Palangpang, Sukabumi. Ditargetkan pada 2021 nanti dapat beroperasi, khususnya sebagai aksesbilitas menuju Geopark Ciletuh. /net

INILAH, Bandung-Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) Jawa Barat sedang mempersiapkan pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Pelabuhan Palangpang, Sukabumi. Ditargetkan pada 2021 nanti dapat beroperasi, khususnya sebagai aksesbilitas menuju Geopark Ciletuh. 

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jabar Hery Antasari mengatakan terdapat 5.000 meter persegi yang sedang dipersiapkan untuk pembebasan lahan proyek Pelabuhan Palangpang tersebut. Di mana untuk pembebasan lahan tersebut dianggarkan dari APBD Pemprov Jabar.

"Studi kelayakan dimulai tahun 2015-2018 sudah dilaksanakan seperti FS, master plan, DED, kenavigasian, DLKr/DLKp, Amdal pelabuhan, Andalalin (analisa dampak lalu lintas) melalui dana APBD sekitar Rp 2,9 miliar," ujar Hery, Senin (13/5/2019).

Adapun pembangunan pelabuhan tersebut baru akan direalisasikan 2020 dan ditargetkan bisa beroperasi 2021. Total biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp 65 miliar melalui pos APBN dan APBD.

Menurutnya keberadaan Pelabuhan Palangpang akan mendukung konektivitas dari pelabuhan pengumpan regional Pelabuhanratu menuju Geopark Ciletuh. Sehingga, akses menuju kawasan wisata Geopark Ciletuh tidak hanya dilalui darat saja.

Pemprov Jabar telah meninjau secara langsung lokasi yang akan dijadikan Pelabuhan Palangpang tersebut. Bahkan sudah menjajal perjalan dari Pelabuhan Ratu menuju Geopark Ciletuh menggunakan kapal dengan jarak waktu 45 menit.

"Pelabuhan tersebut khusus untuk mendukung pariwisata penumpang dari Pelabuhanratu ke Geopark Ciletuh dan sebaliknya. Jadi tidak hanya akan lewat darat saja," ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Transportasi Laut Dishub Jabar Idat Rosana mengatakan, saat ini sedang melakukan pembanguna Pelabuhan Pengumpan Regional Pelabuhan Ratu. Pembebasan lahan dilakukan melalui dana APBD sebesar Rp 7,9 miliar.

"Untuk pembebasan lahan melalui bantuan keuangan dari Provinsi Jabar ke Kabupaten Sukabumi kurang lebih Rp 7,9 Miliar," jelas dia.

Sedangkan, menurut dia, Uuntuk pembangunannya dibiayai oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Diperkirakan pelabuhan penumpang tersebut bisa beroperasi tahun 2021 dengan total pembiayaan mencapai Rp 160 Miliar.

"Pelabuhan ini untuk penumpang dan bukan untuk barang dan untuk konektivitas dari Pelabuhanratu-Banten dan DKI Jakarta serta Pelabuhanratu-Geopark Ciletuh-Pangandara-Jateng dan sebaliknya," katanya.(Rianto Nurdiansyah)


Editor : JakaPermana