Alasan KPID Jabar Batasi Jam Tayang 17 Lagu: Vulgar!

Tak ada larangan. Yang hanya pembatasan jam tayang, baik di radio maupun video klip. Sejumlah 17 lagu berbahasa Inggris itu hanya boleh tayang di jam tertentu di Jawa Barat.

Alasan KPID Jabar Batasi Jam Tayang 17 Lagu: Vulgar!
INILAH, Bandung – Tak ada larangan. Yang hanya pembatasan jam tayang, baik di radio maupun video klip. Sejumlah 17 lagu berbahasa Inggris itu hanya boleh tayang di jam tertentu di Jawa Barat.
 
“Jadi lagu dengan lirik yang menjurus pada tema kehidupan dewasa tersebut hanya dapat disiarkan atau ditayangkan di lembaga penyiaran di Jabar, dalam klasifikasi waktu dewasa, yakni dari jam 10 malam sampai jam tiga pagi,” kata Ketua KPID Provinsi Jabar, Dedeh Fardiah, ketika dihubungi di Bandung, Selasa (27/2/2019).
 
Menurut dia, tidak menutup kemungkinan jumlah lagu yang dibatasi waktu penanyangannya tersebut akan bertambah seiring bertambahnya jumlah pelaporan dan pengajuan dari pihak luar.
 
Dia mengatakan, pembatasan 17 lagu barat tersebut didasarkan pada hasil rapat dengar pendapat ahli, ahli bahasa dan sebagainya, selanjutnya melakukan rapat pleno komisioner untuk memutuskan surat edaran itu. Dari hasil rapat tersebut diketahui bahwa ada 86 lagu hasil pemantauan dan audiensi, maka 17 lagu yang dinilai betul-betul secara vulgar menayangkan muatan seks. “Sehingga kami anggap itu bisa disiarkan hanya di jam dewasa,” kata Dedeh.
 
Dia mengatakan, pembatasan penyiaran 17 lagu barat tersebut berdasarkan perilaku standar pada pedoman siaran dan program siaran dilarang menyajikan lagu dan video klip yang menampilkan lagu dengan judul atau lirik bermuatan seks, cabul, atau mengesankan aktivitas seks, di luar jam dewasa. 
 
“Harus digarisbawahi bahwa ini berlaku untuk radio dan televisi di Jabar. Kalau melanggar, bisa sesuai mekanisme," katanya. "Kami bisa memberikan sanksi, bisa berupa imbauan, bisa teguran pertama dan kedua. Bisa dipindahkan jam tayangnya dan disiarkan jadi jam malam. Atau potong durasi jam siar atau pemberhentian jam siar,” tandas Dedeh.
 


Editor : inilahkoran