Alasan Siswa SDN 026 Kota Bandung Direlokasi ke SDN 148, Disdik Soroti Psikologis
Persoalan hukum yang membayangi SDN 026 Bojongloa menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung karena dinilai mulai berdampak pada kenyamanan siswa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Persoalan hukum yang membayangi SDN 026 Bojongloa menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung karena dinilai mulai berdampak pada kenyamanan siswa.
Kondisi itu mendorong Disdik menyiapkan relokasi sementara siswa ke SDN 148 Cibaduyut.
Kepala Disdik Kota Bandung Asep Saeful Gupron mengatakan, keputusan bukan semata-mata terkait perpindahan lokasi belajar. Kondisi psikologis siswa, menjadi pertimbangan penting dalam menentukan langkah relokasi.
"Kita tidak bisa mempertahankan kegiatan belajar mengajar di SDN 026. Secara hukum, keputusannya sudah jelas terkait ahli waris. Walaupun tuntutan itu belum dieksekusi, hal ini sudah membuat anak-anak merasa tidak nyaman," ujar Asep, Senin (26/8/2026).
Dia menegaskan, relokasi sementara diharapkan dapat memberikan suasana belajar yang lebih nyaman bagi siswa. Persoalan yang terjadi di sekolah itu, diharapkan tidak terus membuat anak-anak merasa tertekan selama mengikuti pembelajaran.
"Saya ingin menyelamatkan psikologis anak-anak, supaya mereka tidak terus-menerus merasa tertekan. Makanya kita lakukan relokasi sementara," ucapnya.
Sebelum perpindahan resmi, Disdik Kota Bandung melakukan simulasi dengan membawa siswa mengenal lingkungan SDN 148. Mereka juga diperkenalkan dengan rute perjalanan, dari rumah menuju sekolah dan jalur kembali ke rumah.
"Simulasi yang pertama itu tujuannya untuk memperkenalkan situasi, mulai dari alur perjalanan pulang-pergi sekolah anak-anak yang rumahnya di sekitar sana. Dipastikan tidak menyeberang jalan," ujar dia.
Menurut Asep, rute tersebut dirancang agar siswa yang tinggal di sekitar sekolah dapat berjalan kaki tanpa harus menyeberangi jalan utama. Pemetaan jalur juga, telah dilakukan bersama jajaran kewilayahan mendukung keamanan perjalanan siswa.
"Jadi kita perkenalkan rute jalannya supaya anak-anak terbiasa berjalan kaki dari rumah ke sekolah, tidak naik kendaraan. Selain itu juga demi kesehatan mereka," jelasnya.
SDN 148 juga dinilai memiliki lingkungan yang lebih mendukung proses belajar dibandingkan SDN 026. Sekolah tersebut, memiliki halaman yang lebih luas dan banyak pepohonan yang membuat suasana sekolah terasa lebih nyaman bagi siswa.
"Di SDN 148 jauh lebih baik daripada di 026, halamannya luas dan banyak pepohonan. Kemarin anak-anak terlihat sangat menikmati, tertawa bersama. Jadi dari sisi simulasi tidak ada kendala yang mengkhawatirkan," tutur dia.
Meski simulasi telah dilakukan, Asep memastikan relokasi belum berstatus resmi. Pihaknya masih menunggu keputusan Wali Kota Bandung, yang ditargetkan menetapkan kebijakan tersebut pada 4 September mendatang.
"Ini baru simulasi, belum pindah secara resmi. Nanti akan ada pernyataan resmi dari bapak wali kota. Mudah-mudahan pada tanggal 4 September nanti, bapak wali kota sudah menetapkan secara resmi dan seluruh siswa sudah bisa pindah," ucapnya.
Di sisi lain, SDN 026 tidak akan dikosongkan setelah siswa dipindahkan. Disdik memastikan, penjaga tetap berada di lokasi dan aset milik pemerintah tetap dikuasai mengingat putusan pengadilan terkait sekolah tersebut belum dieksekusi.
"SDN 026 tidak dikosongkan begitu saja, tetap ada penjaga dan aset tetap dikuasai. Barang-barang tidak akan dipindahkan dulu, karena putusan pengadilan belum dieksekusi. Tidak ada pengosongan paksa," tandas dia.
Editor : Doni Ramdhani

