Alfamidi Salurkan 6.000 Telur untuk Cegah Stunting, Bantu 50 Balita di Bekasi
Alfamidi menyalurkan 6.000 telur kepada 50 balita di Kabupaten Bekasi melalui program Protein Cegah Stunting untuk mendukung pemenuhan gizi dan cegah stunting.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Upaya percepatan penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dunia usaha. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan Alfamidi Cabang Bekasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Protein Cegah Stunting yang menyasar puluhan balita di Kabupaten Bekasi.
Pada pelaksanaan tahap kedua program, Alfamidi menyalurkan 6.000 butir telur kepada 50 balita penerima manfaat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemenuhan asupan protein yang berlangsung selama enam bulan dengan target distribusi mencapai 18.000 butir telur hingga November 2026.
Agar bantuan tepat sasaran, Alfamidi bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bekasi. Kolaborasi tersebut juga melibatkan puskesmas dan kader Posyandu yang mendampingi para penerima manfaat secara langsung.
Penyaluran tahap kedua yang digelar pada 22 Juli 2026 dihadiri Kepala UPTD Pengendalian Penduduk Wilayah II, Kepala Puskesmas Sukasejati, serta kader Posyandu. Selain pembagian bantuan, kegiatan juga diisi edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting sejak dini.
Branch Manager Alfamidi Cabang Bekasi, Gunardi, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan bantuan pangan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak.
"Program Protein Cegah Stunting merupakan komitmen berkelanjutan Alfamidi dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia," ujar Gunardi dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Menurut Gunardi, sinergi dengan DPPKB, puskesmas, dan kader Posyandu menjadi faktor penting agar intervensi gizi yang diberikan mampu memberikan hasil nyata. Melalui program ini, Alfamidi berharap status gizi balita penerima manfaat terus meningkat sekaligus mendukung target pemerintah menekan angka stunting.
Sementara itu, Kepala UPTD Pengendalian Penduduk Wilayah II Kecamatan Cikarang Selatan–Serang Baru, Burhanudin Harahap, menyebut hasil pemantauan menunjukkan perkembangan positif pada sejumlah balita yang mengikuti program.
Salah satu indikator yang terlihat adalah peningkatan berat badan setelah anak mendapatkan tambahan asupan protein secara rutin.
"Salah satunya terlihat dari peningkatan berat badan balita. Salah satu orang tua penerima manfaat menyampaikan dua bulan terakhir pertumbuhan anaknya pesat. Menurut kami program ini sangat bermanfaat," katanya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Puskesmas Sukasejati, Nenden Wulansari. Ia menilai program tersebut telah memberikan dampak positif terhadap kondisi gizi balita di wilayahnya.
"Program ini sangat bermanfaat dan terbukti sudah ada beberapa balita yang mengalami peningkatan berat badan maupun tinggi badan. Semoga ke depannya sasaran program juga dapat diperluas karena masih banyak balita yang membutuhkan pendampingan gizi di wilayah kami," ujarnya.
Melalui program Protein Cegah Stunting, Alfamidi berharap kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus diperkuat. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menciptakan penanganan stunting yang berkelanjutan sehingga mampu melahirkan generasi Indonesia.***
Editor : JakaPermana


