Dedi Mulyadi Tutup Permanen 5 Pabrik Batu Kapur Cipatat, 1.000 Pekerja Terdampak
Pemprov Jawa Barat menutup permanen lima pabrik batu kapur di Cipatat. Sekitar 1.000 pekerja terdampak disiapkan bantuan dan program alih profesi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan penutupan permanen terhadap lima pabrik batu kapur di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menemukan berbagai pelanggaran yang dinilai sudah tidak dapat ditoleransi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan penutupan lima pabrik tersebut bersifat final. Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan perusahaan-perusahaan tersebut telah melakukan pelanggaran dari berbagai aspek sehingga tidak lagi memenuhi ketentuan yang berlaku.
"Sudah ditutup permanen karena itu sudah melanggar dari sisi apa pun," kata Dedi di Kota Cimahi, Selasa (4/8/2026).
Di sisi lain, Pemprov Jawa Barat kini tengah memetakan dampak sosial dan ekonomi pascapenutupan pabrik. Pendataan terbaru menunjukkan jumlah pekerja yang berpotensi menerima bantuan serta mengikuti program alih profesi meningkat cukup signifikan.
Semula, jumlah pekerja terdampak tercatat sebanyak 508 orang. Namun, hasil pendataan sementara kini menunjukkan angka tersebut bertambah menjadi sekitar 1.000 orang.
"Dan jumlah orang yang harus mendapat bantuan dan alih kerjanya ternyata bertambah dari 508 menjadi 1.000," ujarnya.
Dedi menilai lonjakan jumlah tersebut masih perlu diverifikasi. Ia tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang mengaku sebagai pekerja terdampak setelah mengetahui pemerintah menyiapkan program bantuan.
"Biasa kalau begitu dengar mau dapat bantuan langsung berubah jumlah," ucapnya.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih melakukan proses verifikasi dan identifikasi secara ketat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan hanya diberikan kepada pekerja yang benar-benar menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertambangan maupun industri batu kapur di kawasan Cipatat.
"Tapi lagi kami lagi identifikasi agar mereka betul-betul pekerja di sektor pertambangan maupun industri kapur yang ada di sana," katanya.
Meski demikian, Dedi memastikan seluruh pekerja yang terbukti terdampak langsung akibat penutupan lima pabrik tersebut akan diakomodasi melalui berbagai skema bantuan, termasuk program alih profesi dan penempatan kerja.
"Diakomodasi, ya asal benar-benar mereka bekerja di sektor itu," tegasnya.***
Editor : JakaPermana


