Ali Syakieb Sambut Delegasi Lemhannas, Kabupaten Bandung jadi Lokasi Studi Ketahanan

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyambut kedatangan delegasi Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) P4N Angkatan 69 dari Lemhanas. 

Ali Syakieb Sambut Delegasi Lemhannas, Kabupaten Bandung jadi Lokasi Studi Ketahanan
Ali Syakieb menegaskan, kehadiran delegasi Lemhanas dan lintas instansi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan lembaga strategis negara dalam memetakan potensi wilayah. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyambut kedatangan delegasi Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) P4N Angkatan 69 dari Lemhanas. 

Kunjungan tersebut menjadi forum strategis bagi para peserta pendidikan calon pemimpin nasional untuk menggali secara langsung dinamika pembangunan daerah serta kondisi ketahanan nasional di tingkat wilayah. 

Ali Syakieb menegaskan, kehadiran delegasi Lemhanas dan lintas instansi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan lembaga strategis negara dalam memetakan potensi wilayah.

“Pertemuan ini menjadi ruang kolaborasi strategis untuk melihat secara langsung bagaimana dinamika pembangunan daerah serta potensi wilayah yang dapat dikembangkan guna mendukung ketahanan nasional,” ujar Ali Syakieb, Senin 9 Maret 2026.

Dalam paparannya, Ali menyoroti keunggulan sektor peternakan di kawasan Pangalengan yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi susu terbesar di Indonesia. Dari wilayah tersebut, produksi susu segar tercatat mencapai sekitar 75 ton per hari.

Produksi tersebut tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat, tetapi juga berperan penting dalam menjaga pasokan pangan berbasis protein hewani bagi masyarakat luas.

Selain sektor peternakan, Pemerintah Kabupaten Bandung juga terus memperkuat dukungan terhadap program prioritas pemerintah pusat, salah satunya melalui implementasi program pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Ali menjelaskan, saat ini Kabupaten Bandung telah mengoperasikan sebanyak 331 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berfungsi mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi sekitar 1,2 juta penerima manfaat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat daerah.

Di sisi lain, penguatan ekonomi masyarakat desa juga terus didorong melalui pembentukan dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Hingga kini, sebanyak 278 koperasi telah aktif beroperasi di berbagai wilayah Kabupaten Bandung.

Koperasi tersebut berperan penting dalam memutus rantai distribusi yang selama ini dikuasai tengkulak dengan cara menyerap langsung hasil pertanian dan peternakan masyarakat dengan harga yang lebih kompetitif.

Dengan sistem tersebut, petani dan peternak memperoleh kepastian pasar sekaligus harga jual yang lebih menguntungkan sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Sementara itu, Ketua Rombongan SSDN P4N Angkatan 69 Roy Sinaga menyampaikan apresiasi terhadap tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bandung.

Dia mengungkapkan, berdasarkan penilaian dari Gubernur Lemhannas kinerja tata kelola pemerintahan daerah di Kabupaten Bandung dinilai berada di atas rata-rata nasional.

Menurut Roy, kegiatan studi strategis ini bertujuan melakukan analisis komprehensif terhadap berbagai aspek pembangunan daerah dengan menggunakan pendekatan Astagatra, yakni konsep ketahanan nasional yang mencakup unsur geografi, sumber daya alam, demografi, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.

“Tim yang terdiri dari berbagai instansi ini akan melakukan kajian komprehensif untuk melihat bagaimana kebijakan daerah dapat berkontribusi terhadap ketahanan nasional,” kata Roy.


Editor : Doni Ramdhani