DALAM hadis dari riwayat Salman al-Farisi RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah Maha pemalu dan pemurah. Dia malu bila seorang lelaki mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa" (HR. Abu Daud: 1488 dan at-Tirmidzi: 3556 dan beliau mengatakan: hasan gharib. Dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud dan Shahih at-Tirmidzi).
Dan Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Salah seorang dari mereka berlindung kepada Allah Taala, maka Allah Taala pun melindunginya. Yang lain, dia malu sehingga Allah Taala pun malu darinya. Adapun yang lainnya lagi, dia berpaling sehingga Allah Taala berpaling darinya" (HR. al-Bukhari:66 dan Muslim. Hadits tersebut adalah lafadz al-Bukhari).
Sifat malu Allah Taala adalah sifat yang pantas bagi Allah Taala, tidak seperti sifat makhluk. Di mana sifat malu pada makhluk mengandung perubahan dan kelemahan yang memengaruhinya yaitu ketika dia merasa khawatir dari sesuatu yang aib atau tercela. Bahkan sifat malu Allah Taala artinya meninggalkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keluasan rahmat-Nya dan kesempurnaan kedermawanan-Nya, kemurahan-Nya serta keagungan ampunan dan kelembutan-Nya.
Sementara seorang hamba terang-terangan bermaksiat kepada-Nya padahal dia sangat butuh kepada-Nya dan paling lemah di hadapan-Nya. Bahkan dia memakai nikmat-nikmat-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya. Akan tetapi Allah Taala dengan kesempurnaan sifat ketidakbutuhan-Nya kepada makhluk dan kesempurnaan sifat kemampuan-Nya, Dia malu untuk menyingkap tabir aib hamba-Nya.
Bahkan Allah Taala menutupinya dengan sebab-sebab yang Allah Taala persiapkan untuk menutupinya. Lalu setelah itu Allah Taala memaafkan dan mengampuninya seperti dalam hadits Ibnu Umar :
"Sesungguhnya Allah Taala mendekatkan kepada-Nya seorang mukmin lalu Allah Taala menutupkan pada dirinya penutupnya. Kemudian Allah Taala bertanya kepadanya: "Apakah kamu tahu dosa ini? Apakah kamu tahu dosa ini?" Maka hamba itu pun mengatakan: "Ya, wahai Rabbku." Sehingga ketika Allah Taala meminta dia mengakui dosanya lalu dia pun yakin bakal binasa, Allah Taala mengatakan kepadanya: "Aku telah menutup dosamu di dunia. Dan pada hari ini aku ampuni kamu". (HR. Al-Bukhari: 183).
[Ustaz Fuad Hamzah Baraba, Lc.]