Ancaman di Musim Kemarau Kota Bandung Bergeser ke Permukiman
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mencatat belum adanya laporan terkait kekeringan maupun kekurangan air
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Memasuki musim kemarau tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mencatat belum adanya laporan terkait kekeringan maupun kekurangan air bersih dari masyarakat. Kondisi itu, membuat situasi kebencanaan di Kota Bandung relatif lebih tenang dibandingkan wilayah lain yang terdampak kekeringan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan signifikan terkait dampak musim kemarau khususnya kekurangan air bersih di masyarakat.
“Belum ya, belum ada laporan masuk sampai saat ini,” kata Amires Pahala, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, BPBD Kota Bandung juga telah mengantisipasi potensi dampak musim kemarau dengan menyebarkan imbauan kepada wilayah agar segera melapor apabila terjadi kekurangan air bersih. Namun, respons dari lapangan sejauh ini masih menunjukkan kondisi yang terkendali.
“Kami sudah menyebarkan informasi ke daerah agar jika ada warga yang mengalami kekurangan air bersih atau dampak kekeringan, segera dilaporkan ke BPBD. Namun sampai hari ini belum ada laporan masuk,” ucapnya.
Meski tidak dihadapkan pada ancaman kekeringan, pihaknya menilai potensi risiko bencana tetap ada. Hanya bergeser pada jenis kejadian lain yang lebih sering muncul di wilayah perkotaan. Salah satunya adalah kebakaran di kawasan permukiman.
Namun demikian, penanganan kebakaran di permukiman umumnya tidak menjadi kewenangan langsung BPBD melainkan ditangani Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung. Pihaknya lebih berperan dalam koordinasi, pemantauan dan kesiapsiagaan bencana secara umum.
“Untuk saat ini belum ada laporan yang signifikan. Di musim kemarau, BPBD memang sedikit lebih ringan karena kami tidak menangani kebakaran lahan atau hutan. Sebab wilayah Kota Bandung tidak memiliki banyak area hutan atau lahan,” ujar dia.
Dia menambahkan, kebakaran yang lebih sering terjadi di wilayah perkotaan biasanya berada di lingkungan permukiman. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan bersiaga menghadapi kemungkinan perubahan situasi cuaca.
“Yang lebih sering terjadi adalah kebakaran di permukiman yang biasanya ditangani oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Kami tetap bersiaga dan terus melakukan monitoring, sekaligus mempersiapkan menghadapi musim hujan di akhir tahun,” jelasnya.
Dengan kondisi kemarau yang relatif stabil saat ini dikemukakan Amires, BPBD Kota Bandung tetap mengingatkan masyarakat tidak lengah dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat. "Baik itu terkait ketersediaan air, maupun potensi kebakaran di lingkungan sekitar. Segera melapor kepada kami," tandas dia.***
Editor : JakaPermana

