BPBD Kota Bandung Gencarkan Peringatan Dini Bencana via Medsos
Upaya mempercepat penyebaran informasi peringatan dini bencana terus digencarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Upaya mempercepat penyebaran informasi peringatan dini bencana terus digencarkan Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung.
Melalui pemanfaatan media sosial dan grup WhatsApp kewilayahan, BPBD berharap masyarakat bisa lebih cepat mengetahui potensi ancaman bencana dan segera melakukan langkah antisipasi.
“Kami senantiasa menyebarluaskan informasi peringatan dini di media sosial dan WAG kewilayahan, agar bisa segera diteruskan kepada masyarakat. Kecepatan informasi adalah faktor krusial dalam upaya mitigasi. Sehingga kanal komunikasi yang dekat dengan warga menjadi pilihan utama," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala, Selaaa (7/4/2026).
Langkah itu, dituturkannya tidak hanya sekadar menyampaikan informasi. Namun juga mengandalkan partisipasi aktif masyarakat menyebarkan pesan yang diterima. Dengan begitu, informasi peringatan dini tidak berhenti di satu titik. Melainkan menjangkau lebih luas hingga ke lapisan masyarakat yang paling rentan.
“Kami berharap warga bisa menjadi ujung tombak dalam distribusi informasi. Karena keterlibatan mereka sangat menentukan,” ucapnya.
Selain mengandalkan jalur komunikasi digital, pihaknya juga tengah berupaya memperkuat sistem fisik peringatan dini. Pemasangan alat di sejumlah lokasi rawan banjir masih terus dilakukan, meski diakui belum sepenuhnya merata. “Saat ini kami masih berupaya untuk memasang alat peringatan dini di sejumlah lokasi yang rawan banjir,” ujar dia.
Tak hanya itu, BPBD Kota Bandung pun tengah meningkatkan sistem terpadu pemantauan cuaca. Sistem tersebut, diharapkan mampu memberikan data lebih akurat dan real time. Sehingga peringatan yang disampaikan kepada masyarakat bisa lebih tepat sasaran. “Kami sedang meningkatkan sistem pemantauan cuaca, dan sistem penyebarluasan informasi agar lebih efektif,” jelasnya.
Dengan kombinasi antara teknologi komunikasi, sistem pemantauan cuaca dan pemasangan alat peringatan dini, pihaknya tengah berusaha membangun kesiapsiagaan yang lebih komprehensif. Namun ditambahkan Amires, tantangan tetap ada. Terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana evakuasi serta logistik darurat. Meski begitu, pihaknya menegaskan terus memperkuat kapasitas penanggulangan bencana.
"Upaya ini menjadi gambaran, bahwa mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Melainkan juga membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat. Dengan informasi yang cepat dan akurat dan kesiapan warga untuk bertindak, risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin," tandas dia.***
Editor : JakaPermana

