BPBD Kota Bandung Imbau Warga Antisipasi Kekeringan dengan Penghematan Air
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi mengingatkan, masyarakat lebih waspada terhadap potensi kekeringan yang dapat terjadi selama musim kemarau.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi mengingatkan, masyarakat lebih waspada terhadap potensi kekeringan yang dapat terjadi selama musim kemarau.
Menurutnya, selain kebakaran yang kerap muncul di periode ini. Ancaman kekeringan juga perlu diperhatikan, karena dapat berdampak langsung pada ketersediaan air bersih bagi warga.
“Yang paling penting adalah masyarakat bisa menghemat penggunaan air. Jangan sampai penggunaan air berlebihan, apalagi jika musim kemarau berlangsung cukup lama,” kata Didi Ruswandi, Selasa 17 Maret 2026.
Dikemukakan dia, kebiasaan hemat air bukan hanya relevan saat musim kemarau. Tetapi juga merupakan bagian dari gaya hidup yang lebih bijak, dalam memanfaatkan sumber daya alam.
"Dengan membiasakan diri menggunakan air secara efisien, masyarakat tidak hanya membantu menjaga ketersediaan air bersih. Tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan," ucapnya.
Selain itu, Didi mengingatkan langkah antisipasi sederhana seperti menampung air hujan, memperbaiki saluran air yang bocor dan menggunakan air sesuai kebutuhan dapat membantu mengurangi risiko kekeringan.
Ditambahkannya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak musim kemarau.
“Kalau masyarakat sudah terbiasa hemat air, dampak kemarau bisa lebih terkendali. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus ada kesadaran bersama untuk menjaga sumber daya air,” ujar dia.
BPBD Kota Bandung sendiri, kata Didi terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi bencana di musim kemarau.
"Upaya ini dilakukan agar warga lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan, baik kebakaran maupun kekeringan. Dengan adanya kesadaran kolektif, diharapkan dampak musim kemarau dapat diminimalkan dan kebutuhan air bersih tetap terjaga," tandasnya.***
Editor : JakaPermana


