Anggaran Pemprov Jabar Nihil, Solusi Stadion Dadaha Bakal Dibangun Investor Swasta
Untuk rehabilitasi, Stadion Dadaha dipastikan tidak mendapat kucuran bantuan keuangan dari Pemprov Jabar pada 2026 ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Untuk rehabilitasi, Stadion Dadaha dipastikan tidak mendapat kucuran bantuan keuangan dari Pemprov Jabar pada 2026 ini.
Menanggapi kondisi Stadion Dadaha yang kian memprihatinkan, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mulai menyiapkan langkah alternatif dengan menggandeng pihak ketiga.
Kondisi Stadion Dadaha saat ini menjadi sorotan tajam setelah insiden pohon tumbang merusak benteng stadion beberapa waktu lalu. Asosiasi PSSI Kota (Askot) Tasikmalaya sebelumnya meluapkan kekecewaan karena janji rehabilitasi yang digadang-gadang sejak masa kampanye Pilgub Jabar tak kunjung terealisasi, meski dokumen detail engineering design (DED) telah rampung.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menjelaskan, Pemprov Jabar saat ini memiliki skala prioritas yang sangat ketat untuk tahun 2026 dan 2027.
"Prioritas Pak Gubernur untuk 2026 itu jalan. Tahun depan memang tidak ada bantuan keuangan dari provinsi. Tahun 2027 fokusnya masih di jalan, kesehatan, irigasi, bencana, dan sampah. Jadi wajar jika anggaran stadion (Stadion Dadaha) belum muncul. Ini terjadi merata di daerah lain juga," ujar Viman, Senin (27/4/2026).
Meski akses dana dari provinsi tertutup, Viman menegaskan pemerintah kota tidak tinggal diam. Dia memilih strategi 'banyak jalan menuju Roma' dengan membuka peluang investasi bagi pengusaha untuk membenahi kawasan olahraga kebanggaan warga Tasikmalaya tersebut.
"Kita sedang merangkai kerja sama dengan pihak ketiga. DED sudah ada, tinggal kita analisa peluang bisnisnya agar ada benefit bagi investor. Kita tetap tanyakan ke provinsi, tapi kita tidak berdiam diri di situ," tegasnya.
Viman juga telah memberikan instruksi khusus kepada UPTD Dadaha dan Dispora untuk menata ulang tata lokasi, mulai dari area parkir, zonasi olahraga, hingga area pedagang. Penataan ini dianggap krusial untuk mengubah wajah Dadaha yang selama ini terkendala budaya dan kebiasaan lama masyarakat.
Mengenai kebutuhan fasilitas bagi tim Persikotas, Viman memastikan dukungan pemerintah tetap mengalir. Jika Stadion Dadaha dinilai sudah tidak layak atau sedang dalam masa pemeliharaan, pemerintah telah menyiapkan beberapa opsi lokasi latihan alternatif.
"Opsi latihan ada di beberapa tempat, yang paling representatif ada di Lanud (Wiriadinata) atau bisa di Lapang Cigeureung. Tidak menutup kemungkinan juga kita bekerja sama dengan daerah tetangga di Priangan Timur jika dibutuhkan," tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Askot PSSI Kota Tasikmalaya, Wahid, menyatakan pesimismenya jika hanya mengandalkan APBD.
Dia menyambut baik komunikasi dengan investor mengingat Stadion Dadaha merupakan jantung olahraga sekaligus potensi penggerak ekonomi daerah yang harus segera diselamatkan.
Editor : Doni Ramdhani

