Anggaran Terbatas, DKP Jabar Pastikan Sekolah Pantai Tetap Digelar Rutin
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat mendorong optimalisasi Program Laut Juara melalui Sekolah Pantai. Tahun ini, akan diikuti sekitar 20 peserta yang merupakan siswa SMP dan SMK di wilayah Pangandaran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat mendorong optimalisasi Program Laut Juara melalui Sekolah Pantai. Tahun ini, akan diikuti sekitar 20 peserta yang merupakan siswa SMP dan SMK di wilayah Pangandaran.
Kepala Bidang Kelautan DKP Jabar Endang Haris mengatakan, Sekolah Pantai merupakan kegiatan yang digelar secara rutin setahun sekali. Pada tahun 2019 lalu, diikuti oleh sekitar 100 peserta yang diselenggarakan di Pangandaran dan Cirebon.
"Karena keterbatasan anggaran, untuk tahun ini hanya 20 peserta di Pangandaran, rencananya digelar bulan Juni ini. Kalau tahun lalu diikuti sekitar 50 peserta di Pantai Utara dan 50 peserta di Pantai Selatan," ujar Endang Haris, Senin (9/3/2020).
Haris menambahkan, Sekolah Pantai idealnya dilaksanakan gebyar dengan melibatkan anak-anak didik yang lebih banyak, mengingat bersifat edukasi. Di mana para peserta diberikan pemahaman terkait menjaga lingkungan pantai.
Adapun yang menyelenggarakan dan memiliki anggaran merupakan cabang dinas di wilayah Selatan dan Utara. Sementara saat ini, baru cabang dinas di wilayah Selatan yang telah mengkonfirmasi akan menggelar Sekolah Pantai.
"Mungkin tahun depan kita akan coba gebyar yang melibatkan lebih banyak peserta. Tapi tiap tahun kita selalu ada," katanya.
Pihaknya berharap, melalui Sekolah Pantai para anak didik dapat memahami pentingnya menjaga pantai. Sebagai pemateri, DKP Jabar mengandeng sejumlah pihak mulai dari pengajar, praktisi hingga dari kementerian.
"Ini paling tidak nanti dari mereka (anak didik) bisa menyebarkan ke yang lain di masyarkat, lingkungan dan sebagainya," katanya.
Sementara itu, Kepala DKP Jabar Jafar Ismail mengatakan melalui Sekolah Pantai akan mengedukasi kepada para siswa di kawasan pantai agar dapat turut serta dalam memelihara ekosistem. Hal ini dirasa perlu untuk melestarikan kekayaan alam yang berada di Jabar, khususnya untuk kawasan pantai.
"Jadi bagaimana kita memelihara ekosistem, dari mulai edukasi tidak membuang bahan plastik dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan," ujar Jafar
Menurut Jafar, edukasi terkait memelihara lingkungan di area pantai harus diberikan secara berkelanjutan agar lebih optimal. Hal itu dimulai dari cara yang sederhana namun memiliki efek yang besar seperti tidak membuang sampai sembarangan.
"Jadi di pantai itu mereka yang sudah sadar bisa ikut menjaga ekosistem. Nanti wisatawan juga dikasih edukasi," ucapnya.
Jafar melanjutkan, edukasi yang diberikan dalam Sekolah Pantai bukan hanya terkait menjaga lingkungan. Mengingat Jawa Barat tergolong rawan terjadi bencana, pihaknya pun memberikan edukasi dan informasi mengenai mitigasi Tsunami.
"Jadi ke mana titik kumpul, bagaimana cara menyelamatklan kalau ada gempa. Bagaimana ciri cirinya, karena tidak semua gempa akan teradi tsunami tapi itu adalah salah satu tanda agar siap siap. Bagaimana cara menyelamatkan diri," papar Jafar.
Lebih lanjut, masih upaya optimalisasi Program Laut Juara, DKP Jabar pun turut menindaklajuti harapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi. Salah satunya melalui program Wisata Bahari.
Jafar mengatakan, Jabar sendiri memiliki Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) di Tangkolak, Kabupaten Karawang. Kendati beberapa kapal telah diangkat dan dipajang dimuseumkan, namun tidak menutup kemungkinan masih ada puing-puing kapal lainnya di dasar laut yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pariwisata.
"Diperkirakan di wilayah Utara kan banyak yang datang dari luar ya dulu. Ada kapal kapal tenggelam dan sudah diangkat sebagian, kebetulan di musim tertentu bisa dipakai diving," kata Jafar.
Saat ini, menurut dia, pada akhir pekan diperkirakan terdapat 1000 wisatawan yang datang ke kawasan tersebut. Di mana di antaranya tertarik untuk melihat panorama bahwa laut kawasan Tangkolak yang indah.
"Tapi memang hanya musim-musim tertentu. Karena kadang-kadang airnya keruh," pungkasnya.
Untuk memaksimalkan Program Laut Juara, DKP Jabar juga melakukan rehabilitasi kawasan mangrove dan terumbu karang. Selain itu, juga melakukan konservasi penyu serta rehabilitasi kantor kawasan khusus penyu. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Doni Ramdhani

