Anggota DPRD Kota Bandung Soroti PTM yang Kini Masih Berlangsung
Anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga menyoroti pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bandung yang hingga kini masih berlangsung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga menyoroti pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bandung yang hingga kini masih berlangsung.
Padahal, sejumlah daerah lain sudah memberhentikan proses PTM dan beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) lantaran kasus Covid-19 tengah meningkat. Untuk itu, anggota DPRD Kota Bandung itu menyesalkan hal itu masih terjadi.
Melihat hal tersebut, anggota DPRD Kota Bandung itu menilai Pemkot Bandung seharusnya memiliki pertimbangan sendiri terkait PTM. Tentu, hal itu harus berdasarkan kajian dan evaluasi.
Baca Juga: PTM Dihentikan, Kota Cimahi Resmi Berlakukan Daring
"Pemkot Bandung harus melihat secara jujur kondisi saat ini, apakah memungkinkan atau tidak melaksanakan PTM? Siap atau tidak? Kalaupun tidak siap PTM, lebih baik pembelajaran daring saja," kata anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga, Selasa 15 Februari 2022.
Dia menyebutkan, seandainya boleh memilih sebagai orang tua dirinya akan meminta anak tersebut sekolah daring. Sebab, risiko yang harus ditanggung itu terlalu besar jika dipaksakan PTM.
"Karena kita juga tidak tahu kesiapan masing-masing sekolah infrastrukturnya seperti apa dalam menghadapi kegiatan PTM di dalam kondisi Omicron yang memang semakin hari semakin tinggi tingkat penyebarannya," ucapnya.
Baca Juga: Tegas! Dewan Minta PTM di Kabupaten Bogor Dihentikan Sementara
Rendiana pun menyebutkan, Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan sudah mengeluarkan surat edaran terkait dengan kebebasan bagi orang tua ataupun wali untuk menyekolahkan anaknya dengan tatap muka ataupun melalui daring. Untuk itu, orang tua pun jangan khawatir apabila kemudian dia merasa akan lebih aman untuk melakukan sekolah daring dipersilakan.
"Yang kedua saya berharap, pemerintah kota untuk melakukan evaluasi bukan hanya waktu tertentu, tapi juga setiap hari untuk melihat kasus Covid-19 saat ini. Karena, kekhawatiran kita adalah Covid-19 dapat menyebarkan bukan hanya dari siswa-siswi saja, tapi juga ketika dia pulang ke rumah dapat menularkan kepada masyarakat yang rentan terkena Covid-19 ini," pungkasnya. (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


