Angka Kemiskinan di KBB Capai 10,49 Persen, APDESI Bakal Manfaatkan Program Kopdes Merah Putih 

Keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang diluncurkan pada Senin 21 Juli 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto digadang-gadang bakal memberikan solusi bagi persoalan kemiskinan, termasuk di Bandung Barat.

Angka Kemiskinan di KBB Capai 10,49 Persen, APDESI Bakal Manfaatkan Program Kopdes Merah Putih 
Keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang diluncurkan pada Senin 21 Juli 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto digadang-gadang bakal memberikan solusi bagi persoalan kemiskinan, termasuk di Bandung Barat.

INILAHKORAN, Ngamprah - Keberadaan koperasi Desa (Kopdes) merah putih yang diluncurkan pada Senin 21 Juli 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto digadang-gadang bakal memberikan solusi bagi persoalan kemiskinan, termasuk di Bandung Barat.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2024 adalah 10,49 persen. Jumlah ini merupakan penurunan dari tahun sebelumnya dan data ini didasarkan pada statistik yang dirilis oleh BPS pada September 2024. 

Kondisi ini pun turut menjadi perhatian Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk memanfaatkan sejumlah program nasional yang digagas Pemerintah Pusat seperti Kopdes merah putih, Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Ada beberapa program nasional yang bisa kita manfaatkan untuk menekan angka kemiskinan. Termasuk, BLT Dana Desa yang setiap tahunnya bisa menurunkan angka kemiskinan," kata Ketua APDESI KBB, Agus Karyana, Minggu 2 November 2025.

Tak cuma itu, lanjut Agus, keberadaan program Kopdes merah putih dan MBG sebetulnya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

"Adanya program Kopdes merah putih dan MBG sebetulnya bisa mengakomodir penduduk setempat untuk bisa bekerja meski jumlahnya tidak banyak tapi bisa mengurangi pengangguran," ucapnya.

Kendati begitu, jelas Agus, harus disesuaikan dengan keahlian dan kebutuhan dengan potensi yang ada di wilayahnya masing-masing.

"Jadi tidak harus di satu program saja, tetapi nanti harus memang melihat potensi di satu wilayah kan berbeda. Terpenting tidak melanggar atau keluar dari aturan yang sudah ditentukan," ujarnya.

Secara keseluruhan, program Kopdes merah putih maupun program nasional lainnya sangat bagus. Namun, secara teknis terutama sumber daya manusia harus dilakukan capacity building.

"Kalau ini program sangat bagus sekali, tapi kita harus memberikan skill atau kemampuan kepada para pengurus di koperasi itu sendiri maupun di BUMDes," ucapnya.

Tak cuma itu, sambung Agus, program-program tersebut juga diberikan kemudahan fasilitas dan pendampingan, seperti untuk pengadaan beras maupun kebutuhan pangan lainnya.

"In sya Allah mungkin akan lebih mudah mereka untuk nanti bisa memberikan penyaluran atau penjualan barang-barang sembako kepada masyarakat. Artinya, perlu ada pendampingan dan fasilitas dari pemerintah pusat untuk mengimplementasikan koperasi merah putih ini," imbuhnya. 

Sementara terkait modal, ungkap Agus, pihaknya masih menunggu mekanisme pengajuan bantuan pinjaman dari Pemerintah Pusat melalui Danantara.

Dengan begitu, Kopdes merah putih yang ada di Bandung Barat bisa dengan lancar beroperasi.

"Saya selaku Ketua APDESI KBB sangat mendukung program Kopdes merah putih yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto," ungkapnya. *** 


Editor : JakaPermana