Begini Strategi Pemprov Jabar Tekan Angka Kemiskinan pada 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan sejumlah strategi, guna menekan angka kemiskinan di Jabar pada 2026 mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan sejumlah strategi, guna menekan angka kemiskinan di Jabar pada 2026 mendatang.
Strategi pertama, kata Dedi, yakni dengan menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Melalui kemudahan izin berinvestasi, sejumlah daerah dipastikan akan memiliki pabrik industri.
Contohnya, kata dia, Kabupaten Indramayu, Subang dan nanti akan turut dibangun di Majalengka.
"Nanti juga akan ada siklus ekonomi yang terjadi, dengan industrialisasi itu dengan penyiapan masyarakat untuk mereka bekerja. Pendidikannya harus baik, sekolahnya makanya didorong dengan cepat," kata Dedi di Gedung Sate, Rabu 17 Desember 2025.
Selanjutnya, untuk kawasan Jabar Selatan yang lekat dengan pertanian. Polanya adalah dengan memberdayakan mereka lewat penanaman dan pemeliharaan pohon dengan komoditas seperti teh, karet dan pinus.
Sebab selama ini masyarakat di kawasan tersebut merupakan petani di lahan orang lain, dengan upah rendah. Setiap hari kata dia, petani ini hanya menerima upah paling besar Rp30 ribu.
"Makanya pemerintah provinsi hari ini membuat skema. Mereka itu misalnya asalnya petani pemetik. Harapan saya nanti adalah menjadi petani penggarap. Tetap komoditinya teh. Tetap komoditinya karet. Tetap komoditinya pinus, gitu loh. Tidak boleh berubah. Tetapi beda dong antara asalnya pemetik kemudian menjadi penggarap kualitasnya beda," ujarnya.
Mereka nantinya akan diupah oleh Pemprov Jabar, dengan menggarap lahan sendiri yang disediakan pemerintah. Berupa tanaman yang mampu menyerap air, bukan lagi perkebunan seperti sayur mayur.
"Maka sekarang pemerintah provinsi mencoba untuk membicarakan dengan semuanya yang hari ini mempunyai areal tanah, baik HGU maupun Perhutani, maka kita akan mengarahkan pada mereka, Pemprov membiayai melakukan penanaman sampai berproduksi dan mereka nanti menjadi petani penggarap, tetapi lahan garapannya sudah siap dengan tanaman yang berproduksi," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

