Angka Stunting di KBB Masih 20 Persen, Arsan Latif Bakal Inventarisir hingga Hingga Tingkat Kecamatan

Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif akan terus melakukan inventarisir data stunting hingga tingkat kecamatan mengingat prevalensi stunting di KBB masih berada di angka 20 persen.

Angka Stunting di KBB Masih 20 Persen, Arsan Latif Bakal Inventarisir hingga Hingga Tingkat Kecamatan
Arsan Latif menilai, stunting ini merupakan permasalahan serius di KBB yang harus cepat ditanggulangi yang tidak cukup hanya mengandalkan data saja. Namun, harus juga terjun ke lapangan secara langsung. (istimewa)

INILAHKORAN, Ngamprah - Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif akan terus melakukan inventarisir data stunting hingga tingkat kecamatan mengingat prevalensi stunting di KBB masih berada di angka 20 persen.

Arsan Latif menilai, stunting ini merupakan permasalahan serius di KBB yang harus cepat ditanggulangi yang tidak cukup hanya mengandalkan data saja. Namun, harus juga terjun ke lapangan secara langsung.

"Inventarisir lapangan terkait angka stunting ini dilakukan semata-mata untuk memastikan berbagai intervensi program dan kebijakan yang dilakukan Pemda KBB agar lebih tepat sasaran dengan melibatkan Pemerintah Desa, Kabupaten dan Provinsi," kata Arsan Latif, belum lama ini.

Dia menyebut, pihaknya ingin mendapatkan solusi lebih spesifik dalam menangani persoalan stunting yang dimulai dari pemenuhan kebutuhan perut masyarakat.

"Jika sudah diperoleh data konkret dari seluruh kecamatan, rencananya minggu depan kami sepakat akan segera mengambil langkah-langkah untuk mempercepat penanggulangan stunting di KBB," sebutnya.

Selain mendapatkan data spesifik terkait stunting ditiap kecamatan, Arsan juga ingin melakukan inventarisir kebutuhan apa saja yang dibutuhkan balita usia 0-59 bulan.

Menurutnya, Hal itu dilakukan agar para balita tersebut terhindar dari risiko stunting sebagaimana dijelaskan pada Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

"Target dan harapan utamanya adalah terwujudnya New Zero Stunting pada Tahun 2024 sebagaimana yang telah ditargetkan Presiden Jokowi," tuturnya.

"Dengan demikian, akan lahir generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas," harapnya.

Arsan mengaku, dari kunjungan yang dilakukanya ke beberapa kecamatan dalam dua hari terakhir, dirinya memperoleh beberapa langkah penting yang diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di KBB.

"Beberapa yang langkah yang bisa dilakukan, diantaranya melakukan kunjungan langsung (Home Visit) kepada balita yang dinilai beresiko stunting, melakukan pendampingan, termasuk sosialisasi lebih lanjut tentang stunting," jelasnya.

Kemudian, sambung Arsan, melakukan pendampingan ibu hamil yang berisiko melahirkan bayi stunting, memfasilitasi kepemilihan BPJS bagi masyarakat kurang mampu hingga memberikan edukasi dan bimbingan pra nikah bagi para calon pengantin.

"Dengan upaya tersebut diharapkan dapat meminimalisir resiko stunting," ujarnya.

Selain itu, Arsan juga meminta seluruh data stunting di "Cut Off" per 20 september 2023 untuk melihat sejauh mana progres kinerja saya dalam melakukan penanggulangan stunting di KBB.  

"Selanjutnya, saya akan mengevaluasi dan melaporkannya langsung ke Presiden melalui Mendagri setiap tiga bulan," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani