Harga Beras Terus Meroket, Warga KBB Minta Pemda Segera Gelar Operasi Pasar
Meroketnya harga beras di pasaran membuat warga, khususnya di Kabupaten Bandung Barat (KBB) meradang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Meroketnya harga beras di pasaran membuat warga, khususnya di Kabupaten Bandung Barat (KBB) meradang.
Berdasarkan survei yang dilakukan Pemda KBB beberapa waktu lalu, ditemukan adanya kenaikan sejumlah kebutuhan pokok salah satunya harga beras bahkan kenaikannya sekitar Rp2.500-3.500.
Warga Padalarang KBB, Hanania Kaysha mengakui kenaikan harga beras tersebut dirasakan cukup membebani masyarakat akhir-akhir ini.
"Harganya Rp13.000 sampai Rp15.000 per kilo untuk beras yang biasa kami konsumsi. Padahal, biasanya di kisaran harga Rp11.000," kata Hana kepada wartawan.
Menurut Hana, kenaikan harga beras saat ini berkisar antara Rp2.000 hingga Rp2.500 per kilogram tersebut dirasakannya dalam beberapa pekan terakhir.
"Cukup terasa, kalau biasanya dengan Rp50.000 sudah bisa beli empat kilogram, sekarang terpaksa kurang," keluhnya.
Hana pun berharap Pemda KBB bisa segera menggelar operasi pasar yang menyediakan beras dengan harga murah di saat kondisi seperti sekarang ini.
"Saya berharap ada upaya nyata dari pemerintah menyikapi harga beras yang terus naik di pasaran," ungkapnya.
Sementara itu, Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif mengaku pihaknya telah menginstruksikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk segera berkoordinasi dengan Bulog.
"Saya sudah perintahkan Disperindag berkoordinasi dengan Bulog untuk mendapatkan jatah 100 ton beras bulan ini dan dijual dengan harga di bawah sesuai dengan Bulog," ujarnya.
Sejauh ini, kata Arsan, ketersediaan beras di Kabupaten Bandung Barat masih relatif aman. Bahkan, penambahan beras murah sebanyak 100 ton tersebut segera berproses.
"Stok beras aman dan saya sudah perintahkan Disperindag untuk segera berkoordinasi dan satu dua hari ini segera berproses," tutupnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

