Antisipasi DBD, Pemkab Bogor Sosialisasikan Gertak 3M

Pemkab Bogor gencar melakukan sosialisasi program Gertak (gerakan serentak) 3 M yakni Menguras, Menutup dan Mengubur untuk melawan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Antisipasi DBD, Pemkab Bogor Sosialisasikan Gertak 3M
Pemkab Bogor gencar melakukan sosialisasi program Gertak (gerakan serentak) 3 M

INILAH, Bogor - Pemkab Bogor gencar melakukan sosialisasi program Gertak (gerakan serentak) 3 M yakni Menguras, Menutup dan Mengubur untuk melawan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Di Kabupaten Bogor, jumlah penderita DBD mencapai 231 orang, dengan lima diantaranya meninggal dunia hingga Senin (28/1).

"Hari ini saya melakukan fogging dan Sabtu (2/2) nanti kami akan melakukan Gertak 3 M untuk pencegahan penyebaran penyakit atau virus DBD," ucap Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Rabu (30/1).

Pemkab Bogor tidak memasang status KLB (Kejadian Luar Biasa) terkait maraknya kasus DBD akhir-akhir ini.

"Walaupun jumlah penderita penyakit DBD banyak dan ada 5 orang yang meninggal dunia, ini masih bisa kami tanggani dan statusnya bukan KLB," sambung Ketua DPW PPP ini.

Adik mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin, ini mengimbau masyarakat berperan aktif meminta serbuk abate dan fogging ke Dinas Kesehatan atau puskesmas terdekat.

"Saya minta dinas kesehatan, RSUD dan Puskesmas bertindak cepat menanggani virus DBD, jangan sampai ada lagi korban yang meninggal dunia akibat penyakit berbahaya ini," pinta Ade.

Terpisah, Kabid Pencegahan  Penyakit Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Agus Fauzi menyatakan ada kecenderungan kenaikan jumlah penderita virus DBD di bulan ini, dibandingkan pada data tahun 2018 lalu.

"Tahun 2018 ada  740  orang yang menderita viris DBD dengan korban meninggal dunia sebanyak 8 orang,  sedangkan belum tutup bulan Januari ini sudah 231 orang yang menderita virus DBD dan 4 dari 5 orang yang meninggal dunia sudah dipastikan karena penyakit virus DBD," kata Agus Fauzi.
 


Editor : inilahkoran