Antisipasi Kasus Keracunan Kembali Terulang, Dinkes KBB Bakal Lakukan Langkah Ini

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Hernawan bakal terus berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain guna mengantisipasi terulangnya kasus keracunan yang menimpa siswa SD di wilayahnya.

Antisipasi Kasus Keracunan Kembali Terulang, Dinkes KBB Bakal Lakukan Langkah Ini
Kasus keracunan yang menimpa puluhan siswa SD di KBB sudah dua kali terjadi. Kasus pertama terjadi di SD Negeri Jati 3 Saguling dan belum lama ini juga terjadi di SD Negeri 1 dan 2 Cimerang, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang pada Rabu 11 Oktober 2023. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Hernawan bakal terus berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain guna mengantisipasi terulangnya kasus keracunan yang menimpa siswa SD di wilayahnya.

Menurutnya, kasus keracunan yang menimpa puluhan siswa SD di KBB sudah dua kali terjadi. Kasus pertama terjadi di SD Negeri Jati 3 Saguling dan belum lama ini juga terjadi di SD Negeri 1 dan 2 Cimerang, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang pada Rabu 11 Oktober 2023.

"Kasus keracunan yang terjadi di KBB, khususnya di lingkungan SD ini sedang dalam perhatian Dinkes KBB," kata Hernawan kepada wartawan.

Untuk itu, jelas Hernawan, Dinkes KBB bersama OPD bakal mengambil langkah preventif agar kejadian serupa tidak terungkap kembali. 

"Solusi kedepannya, kita bersama-sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) KBB akan menggebyarkan kembali upaya kesehatan sekolah di lingkungan sekolah," jelasnya.

Hernawan menyebut, salah satu upaya yang bakal dilakukan dengan mengoptimalkan keberadaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang ada di setiap sekolah di wilayah KBB.

"Kesehatan sekolah di dalamnya mencakup kepada kesehatan dan kebersihan lingkungan sekolah," sebutnya.

"Kemudian nanti Puskesmas turun langsung berkoordinasi gitu kan dalam konsep pembinaan," sambungnya.

Selain itu, lanjut Hernawan, dengan metode edukasi yang masif kepada pihak sekolah dan siswa setidaknya dapat meminimalisir risiko keracunan yang diakibatkan oleh makanan. 

"Mulai kemarin pun kita sudah instruksikan untuk segera turun ke sekolah untuk melakukan edukasi terkait kesehatan dan kebersihan lingkungan sekolah," paparnya.

Hernawan menegaskan, edukasi tersebut juga bakal menyasar para pedagang yang ada di lingkungan sekolah. Dengan demikian, edukasi tersebut menyentuh seluruh kalangan yang ada. 

"Kita pun mungkin akan melakukan edukasi kepada para pedagang baik dari sisi kebersihan dan pengolahan bahan makanan serta penyajian yang baik," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani