Antisipasi Merebaknya Flu Burung, Pemkot Cimahi Bakal Siapkan 600 Dosis Vaksin AI
Pemkot Cimahi bakal memberikan vaksin AI (avian influenza) atau flu burung di 15 kelurahan di Kota Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemkot Cimahi bakal memberikan vaksin AI (avian influenza) atau flu burung di 15 kelurahan di Kota Cimahi.
Pemberian vaksin AI tersebut dilakukan menyusul ditemukannya puluhan unggas yang mati secara mendadak akibat flu burung di Kampung Kebon Manggu, RT 05/04, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi beberapa waktu lalu.
"Penyuntikan vaksin AI atau flu burung ini bakal kita lakukan di 15 kelurahan di Cimahi. Namun, untuk titiknya bakal ditentukan," kata Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi Mita Mustikasari.
Saat ini, jelas dia, pihaknya masih melakukan proses pengadaan dosis vaksin yang direncanakan 600 dosis.
"Jika vaksin tersebut sudah tersedia maka kami akan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan vaksinasi flu burung," jelasnya.
Kendati demikian, sambung dia, bila pengadaan vaksinnya kurang nantinya. Maka, pihaknya pun bakal berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk mengajukan permohonan bantuan dosisnya.
Selain vaksinasi flu burung, tambah dia, pihaknya juga bakal melakukan vaksinasi rabies.
"Kita lagi proses pengadaan Maret ini. Kalau untuk flu burung itu 600 dosis. Kalau sekiranya kurang kita koordinasi untuk penambahan," paparnya.
Menurutnya, vaksinasi tersebut merupakan salah satu upaya untuk mencegah unggas atau hewan ternak tertular flu burung.
"Terlebih, baru-baru ini ditemukan kasusnya di Kota Cimahi, dimana ada puluhan unggas milik tiga warga yang mati mendadak," tuturnya.
Tak hanya itu, ia menyebut, bakal membuat Surat Edaran (SE) Wali Kota Cimahi yang berisi imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap flu burung.
"Kita juga sedang membuat surat edaran terkait kewaspadaan flu burung ini," imbuhnya.
Lebih lanjut ia menerangkan, flu burung merupakan penyakit viral akut pada unggas yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtipe H5 dan H7.
Menurutnya, virus tersebut merupakan virus ss-RNA yang tergolong family Orthomyxoviridae.
"Semua unggas dapat terserang virus influenza A, tetapi wabah AI sering menyerang ayam dan kalkun," terangnya.
"Selain itu, penyakit ini bersifat zoonosis dan angka kematian sangat tinggi karena dapat mencapai 100," sambungnya.
Ia menyebut, penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dari unggas terinfeksi dan unggas peka melalui saluran pernapasan, konjungtiva dan lendir.
"Bahkan, fese atau secara tidak langsung melalui debu, pakan, air minum, petugas, peralatan kandang, sepatu, baju dan kendaraan yang terkontaminasi virus AI serta ayam hidup yang terinfeksi," sebutnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


