Perangi Virus Flu Burung dan Rabies, Dispangtan Kota Cimahi Berikan 1.900 Vaksin Secara Gratis 

Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi tengah gencar melakukan pencegahan penyakit flu burung dan rabies di wilayahnya.

Perangi Virus Flu Burung dan Rabies, Dispangtan Kota Cimahi Berikan 1.900 Vaksin Secara Gratis 

INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) kota cimahi tengah gencar melakukan pencegahan penyakit flu burung dan rabies di wilayahnya.

Guna memerangi wabah tersebut, sebanyak 1.900 dosis vaksin flu burung dan rabies diberikan secara gratis kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan.

"Mengingat virus flu burung dan rabies bisa menular pada manusia atau bersifat zoonosis prioritas maka kita gencarkan vaksinasi tersebut," kata Kepala Bidang Pertanian Dispangtan kota cimahi, Mita Mustikasari, Jumat 26 Mei 2023.

Mita menuturkan, vaksinasi ini sebagai langkah antisipasi adanya hewan peliharaan warga seperti kucing, anjing, musang, dan kera yang rentan terpapar rabies, serta unggas yang bisa terpapar flu burung

"Kami memang secara rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan milik warga," tuturnya.

Tahun ini, sebut Mita, pihaknya menyiapkan sebanyak 1.900 dosis vaksin flu burung dan rabies, dengan rincian vaksin rabies sebanyak 1.300 dosis, dan vaksin flu burung 600 dosis.

"Sekarang minat masyarakat meningkat untuk membawa hewan peliharaannya divaksinasi," imbuhnya.

"Jadi untuk vaksin rabies kita tambah dari 1.050 dosis, menjadi 1.300 dosis," sebutnya.

Sementara itu, Medik Veteriner Ahli Pertama Dispangtan kota cimahi,  drh. Muhammad Faiz Labib menilai, vaksinasi rabies dan flu burung ini sangat penting untuk melindungi masyarakat agar tidak tertular penyakit tersebut dari hewan peliharaannya.

"Terutama bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan hewan, karena penyakit flu burung dan rabies itu merupakan penyakit zoonosis prioritas sampai saat ini," terangnya.

"Selain itu, mengingat rabies apabila menular kepada manusia obatnya belum ada, dan kematian itu sangat dekat apabila tertular rabies, hampir tidak bisa diselamatkan," sambungnya.

Sehingga, menurut Faiz, guna antisipasi hal tersebut, sekaligus menjaga kota cimahi yang saat ini statusnya nol kasus, Dispangtan kota cimahi melakukan vaksinasi terhadap hewan yang sehat supaya tidak tertular dari hewan yang sakit.

"Jadi bisa menjaga masyarakat juga," ujarnya.

Lebih lanjut Faiz menerangkan, jumlah masyarakat yang melakukan vaksin hewan peliharaanya dari tahun ke tahun terus meningkat. 

Terlebih, masyarakat yang membawa hewan seperti kucing, anjing dan unggas lainnya.

"vaksin rabies kalau misalkan vaksin mandiri  ke klinik hewan mungkin biaya yang dikeluarkan bisa Rp150 ribu minimalnya," ucapnya.

"Ini kami bisa berikan Alhamdulillah ke masyarakat secara gratis, sehingga masyarakat juga antusiasnya tinggi," tandasnya. *** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana