Apindo Jabar Ajak Jurnalis dan Media Massa Tetap Berinovasi

Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengaku saat ini dunia usaha serupa dengan kondisi industri media massa. 

Apindo Jabar Ajak Jurnalis dan Media Massa Tetap Berinovasi
Menurutnya, inovasi dibutuhkan karena dunia usaha dan media massa tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ning mengakui jurnalis memiliki peran strategis bagi dunia usaha. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengaku saat ini dunia usaha serupa dengan kondisi industri media massa. 

"Saat ini kita (dunia usaha) dihadapkan dengan ketidakpastian. Saya kira sama dengan industri media yang juga harus berinovasi," kata Ning saat Silaturahmi jurnalis dan Apindo Jabar di Bandung, Rabu 17 Februari 2026.

Menurutnya, inovasi dibutuhkan karena dunia usaha dan media massa tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ning mengakui jurnalis memiliki peran strategis bagi dunia usaha.

Dia menuturkan, jurnalis berperan penting menyampaikan informasi ekonomi secara akurat dan berimbang. Hal tersebut membantu untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Selain itu, jurnalis pun mampu mengedukasi publik tentang realitas dunia usaha dan ketenagakerjaan. Sebab, pemberitaan yang konstruktif membantu tekait menjaga stabilitas sosial dan ekonomi yan dibutuhkan untuk pertumbuhan.

"Apindo berharap pemberitaan dilakukan dengan kedalaman konteks, bukan hanya sensasi. Kita membuka ruang dialog sebelum kesimpulan dibentuk. Dunia usaha tidak selalu diposisikan berseberangan dengan pekerja. Toh, dunia usaha dan pekerja sejatinya saling membutuhkan," jelasnya.

Untuk itu, Ning menegaskan kolaborasi dunia usaha dan jurnalis media massa merupakan kunci. Kolaborasi yang dijalin bisa berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Ujungnya, kesejahteraan masyarakat Jabar pun bisa terdongkrak.

"Apindo Jabar terbuka terhadap media sebagai mitra dialog. Media massa saya nilai masih menjadi sumber informasi yang kredibel. Kita siap memberikan data, klarifikasi, dan perspektif dunia usaha secara terbuka," tutur Ning.


Editor : Doni Ramdhani