Apindo Jabar Acungi Jempol Inisiasi Dedi Mulyadi Luncurkan Aplikasi Nyari Gawe

Apindo Jabar mendukung penuh peluncuran aplikasi Nyari Gawe yang diinisiasi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk para pencari kerja di Jabar. Aplikasi itu merupakan sistem rekrutmen ketenagakerjaan berbasis digital dengan kecerdasan buatan (AI).

Apindo Jabar Acungi Jempol Inisiasi Dedi Mulyadi Luncurkan Aplikasi Nyari Gawe
Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengapresiasi orang nomor satu di Jabar itu untuk menghadirkan sistem rekrutmen yang transparan, efisien, dan mendukung iklim investasi. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Apindo Jabar mendukung penuh peluncuran aplikasi Nyari Gawe yang diinisiasi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk para pencari kerja di Jabar. aplikasi itu merupakan sistem rekrutmen ketenagakerjaan berbasis digital dengan kecerdasan buatan (AI).

Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengapresiasi orang nomor satu di Jabar itu untuk menghadirkan sistem rekrutmen yang transparan, efisien, dan mendukung iklim investasi.

“Dalam iklim investasi, faktor penting bagi pengusaha selain upah, infrastruktur, dan perizinan yang transparan, adalah ketersediaan SDM berkualitas. Melalui aplikasi ini, pengusaha terbantu dalam mendapatkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dengan proses yang lebih transparan, cepat dan efisien," kata Ning, Sabtu 18 Oktober 2025.

Menurutnya, bagi pengusaha keberadaan pekerja merupakan bagian tak terpisahkan. Untuk itu, aplikasi Nyari Gawe diakuinya memberikan kemudahan untuk para pekerja meraih jenis pekerjaan impian. 

Ning menuturkan, sistem digital melalui aplikasi Nyari Gawe dapat meminimalisir intervensi eksternal dan praktik tidak sehat dalam proses rekrutmen. Praktik pungli pun bisa dikurangi bahkan dihilangkan sehingga rekrutmen bisa menjadi lebih objektif, ekonomis, dan transparan.

“Para pencari kerja patut bersyukur, karena aplikasi ini benar-benar menjawab kesulitan mereka selama ini dalam mencari lowongan pekerjaan. AI dalam aplikasi Nyari Gawe bahkan bisa memberi evaluasi personal terkait kompetensi, seperti rekomendasi pelatihan yang perlu diikuti agar lebih siap kerja. jelasny.

Kepada para pelaku dunia usaha, Ning mengajak seluruh pengusaha untuk mendaftarkan perusahaannya,
memberikan informasi lowongan dan memanfaatkan dengan optimal aplikasi Nyari Gawe. Dia pun mendorong pengusaha untuk secara rutin memperbarui data penerimaan tenaga kerja melalui sistem digital.

Ning Wahyu mengungkapkan harapannya agar aplikasi Nyari Gawe dapat menjadi solusi dan berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Jabar, yang mana pada Februari 2025 tercatat mencapai 1,81 juta orang atau sebesar 24,8% dari total pengangguran nasional, dengan mayoritas berasal dari lulusan SMK dan SMA.

“Dengan data yang dihimpun dari sistem ini, pemerintah dan dunia usaha dapat bersamasama merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran, seperti memetakan skill gap antara pencari kerja dan kebutuhan perusahaan sehingga dapat menentukan arah program pelatihan dan sertifikasi sesuai kebutuhan," ujarnya.

Sebagai informasi, melalui aplikasi Nyari Gawe itu pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan secara langsung. Di sisi lain, keuntunagn bagi perusahaan dapat melakukan proses rekrutmen dengan lebih cepat, transparan, dan efisien. 

aplikasi Nyari Gawe memungkinkan perusahaan untuk memasang dan mengelola lowongan kerja, melakukan wawancara daring, hingga menyeleksi kandidat sesuai kualifikasi dengan dukungan AI. Sistem itu juga memfasilitasi pelamar untuk mengunggah dokumen secara digital tanpa perlu membawa berkas fisik.

Sejak resmi diluncurkan pada 7 Oktober 2025, hingga 17 Oktober 2025 aplikasi tersebut telah mencatat
105.491 pelamar kerja dan 105 perusahaan terdaftar. 

Angka itu menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat dan dunia usaha terhadap transformasi digital di bidang ketenagakerjaan.


Editor : Doni Ramdhani