Aplikasi Smiling West Java, Topang Informasi Pariwisata Jabar
Menjadikan Jawa Barat sebagai Provinsi Pariwisata adalah salah satu visi Gubernur Ridwan Kamil. Untuk merealisasikan itu, harus pula ditopang oleh infrastruktur pendukung, di antaranya melalui aplikasi Smiling West Java yang diluncurkan bertepatan dengan West Java Festival (WJF) 2019, Sabtu (2/11/2019).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Menjadikan Jawa Barat sebagai Provinsi Pariwisata adalah salah satu visi Gubernur Ridwan Kamil. Untuk merealisasikan itu, harus pula ditopang oleh infrastruktur pendukung, di antaranya melalui aplikasi Smiling West Java yang diluncurkan bertepatan dengan West Java Festival (WJF) 2019, Sabtu (2/11/2019).
Ridwan Kamil mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki, sejauh ini Jawa Barat dikunjungi 60 juta wisatawan domestik setiap tahun. Kebanyakan dari mereka datang untuk menikmati alam.
Menurut dia, industri ini dianggap bisa menumbuhkan dan memberikan kesejahteraan multidimensi kepada masyarakat. Terlebih, pariwisata harus menjadi lokomotif ekonomi Jawa Barat karena potensinya sudah ada.
“Saya berkomitmen Jawa Barat harus menjadi Provinsi Pariwisata. Jika industri ini tumbuh, maka akan banyak lapangan pekerjaan, peluang pun terbuka untuk yang ingin berbisnis. Masyarakat bisa membuka warung, menawarkan jasa penginapan dan lain-lain,” kata dia saat ditemui di acara West Java Festival, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (2/11/2019).
Emil -sapaan Ridwan Kamil- pun mengaku akan terus mendorong pengebambangan sejumlah obyek wisata yang polpuler maupun tak populer di Jawa Barat. Termasuk dukungan perbaikan infrastruktur dan promosi pun terus berjalan. Anggaran yang disiapkan untuk merealisasikan visi dan misinya berada di kisaran Rp 500 miliar, dipecah pula untuk event atau wisata kota.
“Kami memperbaiki akses ke puncak gunung, danau kelautan dan lain-lain. Untuk pariwisata pantai kami siapkan Rp 80 miliar digunakan memperbaiki (infrastruktur) pantai, seperti membuat breakwater agar wisatawan bisa berenang. Tahun depan ada pesawat ke Pangandaran,” kata dia
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Dedi Taufik memastikan bakal mengawal visi besar Ridwan Kamil terkait pengembangan ekonomi di sektor wisata. Khususnya ada lingkup Smart Tourism.
Dia menyampaikan melalui Smart tourism ini, ada empat kebijakan untuk industri pariwisata berjalan baik. Isinya tentang marketing, layanan, big data dan co working space/TIC. Selain faktor infrastruktur yang kuat, semuanya itu harus ditunjang dalam sebuah sistem secara terintegrasi.
Pihaknya sendiri sudah melakukan upaya integrasi dengan membuat inovasi berupa aplikasi bernama Smiling apps dan Smiling West Java. Keduanya bisa diunduh di ponsel pintar secara gratis.
“Smiling apps ini adalah wadah besar untuk memudahkan pelayanan kepada wisatawan sekaligus peluang bagi pengusaha untuk menanamkan investasi. Ini bagian dari penguatan dalam kaitan otononomi daerah di sektor pariwisata. Ketika untuk bisnis, semua perusahaan perbankan dan lain-lain bisa bergabung. Disparbud ini jadi regulatornya,” terang dia.
“Sedangkan aplikasi Smiling West Java (SJW) ini lebih ke pelayanan informasi semua hal, mulai dari destinasi wisata, event (konser), amenitas dan hotel. Wisatawan bisa mencari informasi sekaligus melakukan pembayaran tiket konser, tiket tempat wisata atau reservasi hotel. Nah metoda pembayarannya akan langsung terintegrasi dalam smiling apps,” pungkas Dedi. (Riantonurdiansyah)
Editor : JakaPermana


